Kajian berlangsung dengan suasana santai namun penuh kesungguhan, mencerminkan semangat pemuda untuk terus belajar dan memperdalam pemahaman agama secara lurus sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.
Teks Hadits Arbain ke-5
Ustadz Helmi Gunawan membacakan dan menjelaskan Hadits Arbain ke-5 yang diriwayatkan oleh Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha:
عَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ فَهُوَ رَدٌّ
(رواه البخاري ومسلم)
Artinya:
"Barang siapa mengada-adakan dalam urusan (agama) kami ini sesuatu yang tidak ada perintahnya, maka amalan itu tertolak."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Makna dan Penjelasan Hadits
Dalam penjelasannya, Ustadz Helmi Gunawan menegaskan bahwa hadits ini menjadi kaidah penting dalam beragama, khususnya dalam menjaga kemurnian ajaran Islam. Setiap bentuk ibadah dan amalan harus memiliki landasan yang jelas dari Al-Qur’an dan Sunnah.
Bid‘ah yang dimaksud dalam hadits ini adalah perkara baru dalam urusan ibadah yang tidak pernah dicontohkan atau diperintahkan oleh Rasulullah ﷺ, namun dianggap sebagai bagian dari agama. Amalan seperti ini, meskipun diniatkan baik, tetap tidak diterima oleh Allah SWT apabila tidak sesuai tuntunan.
Bahaya Bid‘ah bagi Umat
Pemateri menjelaskan beberapa dampak negatif dari bid‘ah dalam agama, antara lain:
- Merusak kemurnian ajaran Islam, karena mencampurkan ajaran yang tidak bersumber dari wahyu.
- Menyesatkan umat, sebab amalan bid‘ah sering dianggap benar dan diwariskan turun-temurun.
- Menutup pintu sunnah, karena seseorang merasa cukup dengan amalan bid‘ah dan meninggalkan ajaran Rasulullah ﷺ.
- Amalan tertolak, sebagaimana ditegaskan langsung dalam hadits Arbain ke-5.
Sikap Pemuda dalam Menyikapi Bid‘ah
Ustadz Helmi Gunawan mengajak para pemuda untuk:
- Belajar agama dengan benar, bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah sesuai pemahaman para sahabat.
- Kritis namun santun, dalam menyikapi praktik ibadah di masyarakat.
- Menjadi teladan, dengan mengamalkan sunnah Rasulullah ﷺ dalam kehidupan sehari-hari.
- Menjauhi sikap ekstrem, baik yang mudah membid‘ahkan tanpa ilmu maupun yang longgar dalam mengikuti ajaran agama.
Penutup
Kajian pemuda ini memberikan pemahaman yang kuat bahwa niat baik saja tidak cukup dalam beribadah, tetapi harus dibarengi dengan tuntunan yang benar. Melalui kajian Hadits Arbain ke-5 ini, diharapkan para pemuda semakin kokoh dalam beragama, berpegang teguh pada sunnah, serta mampu menjaga kemurnian Islam dalam kehidupan pribadi maupun sosial.
Kajian diakhiri dengan diskusi interaktif yang menambah semangat para pemuda untuk terus belajar dan mengamalkan Islam secara lurus dan berkemajuan.

0Comments