BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Isra Mi'raj: Saat Pintu Bumi Tertutup, Allah Membuka Pintu Langit

Isra Mi'raj: Saat Pintu Bumi Tertutup, Allah Membuka Pintu Langit

Pelajari makna mendalam Isra Mi'raj sebagai penghibur hati yang patah dan shalat sebagai sarana mi'raj setiap mukmin untuk meraih ketenangan.
Table of contents
×
Motivasi Isra Mi'raj

Dalam perjalanan hidup, ada kalanya kita merasa berada di titik terendah. Masalah datang bertubi-tubi, harapan seolah pupus, dan bantuan dari manusia tampak mustahil. Namun, sejarah Islam mencatat sebuah peristiwa agung yang menjadi pengingat bahwa keputusasaan bukanlah milik orang beriman.

Isra Mi'raj: Pelukan Allah untuk Hati yang Terluka

Peristiwa Isra Mi'raj bukan sekadar perjalanan fisik dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa lalu ke Sidratul Muntaha. Lebih dari itu, Isra Mi'raj adalah pelukan kasih sayang Allah untuk menghibur hamba-Nya yang sedang patah hati.

Peristiwa ini terjadi pada Amul Huzni (Tahun Kesedihan), saat Nabi Muhammad SAW kehilangan dua sosok pelindung utama: Khadijah RA dan Abu Thalib. Di saat manusia menutup pintu dukungannya, Allah SWT menunjukkan bahwa kekuasaan-Nya melampaui segala batasan duniawi.

"Saat semua pintu bumi tertutup rapat, Allah membuka pintu langit lebar-lebar. Dia ingin menunjukkan bahwa ketika dunia tak lagi memberimu ruang, Arsy-Nya selalu terbuka untuk keluh kesahmu."

Dalil Al-Qur'an tentang Keagungan Isra

Kekuasaan Allah dalam memperjalankan hamba-Nya tertuang dalam pembukaan Surah Al-Isra:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
(QS. Al-Isra: 1)

Shalat: Tiket Mi'raj Kecilmu Menemui-Nya

Salah satu oleh-oleh terbesar dari Mi'raj adalah perintah shalat lima waktu. Para ulama sering menyebutkan bahwa shalat adalah sarana komunikasi langsung antara hamba dan Penciptanya.

Allah memberimu shalat sebagai tiket untuk melakukan mi'raj kecilmu sendiri. Di saat sujud, kamu bisa menangis di hadapan-Nya, menumpahkan segala sesak di dada, dan mendapatkan kekuatan baru untuk menghadapi dunia.

Hadits Tentang Keutamaan Shalat

Nabi Muhammad SAW bersabda mengenai bagaimana shalat menjadi penyejuk hati:

يَا بِلَالُ، أَقِمِ الصَّلَاةَ، أَرِحْنَا بِهَا

"Wahai Bilal, berdirilah (kumandangkanlah iqamah), nyaman kanlah kami dengan shalat."
(HR. Abu Daud - Shohih)

Kesimpulan

Jika hari ini kamu merasa lelah dan merasa pintu dunia tertutup bagimu, ingatlah peristiwa Isra Mi'raj. Datanglah kepada Allah melalui sajadahmu. Shalat adalah "Mi'raj" bagi setiap mukmin untuk mendapatkan ketenangan (as-sakinah) yang tidak bisa diberikan oleh siapa pun selain Allah SWT.

Jangan berhenti berharap, karena Tuhan yang membawa Rasulullah ke langit ketujuh dalam semalam, adalah Tuhan yang sama yang sedang mendengar doa-doamu saat ini.


Keywords: Makna Isra Mi'raj, Motivasi Shalat, Amul Huzni, Kekuatan Doa, Islam Patah Hati.

0Comments