BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Materi Khutbah Jumat: Menjaga Lisan di Bulan Penuh Ampunan

Materi Khutbah Jumat: Menjaga Lisan di Bulan Penuh Ampunan

Download materi Khutbah Jumat lengkap versi Muhammadiyah durasi 20 menit tentang cara menjaga lisan dan jari di era digital selama bulan Ramadhan.
Table of contents
×
Materi Khutbah Jumat Lengkap Berharakat

Menjaga Lisan di Bulan Penuh Ampunan: Perisai Diri di Era Fitnah Digital

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah, Marilah kita tundukkan hati dan jiwa kita sejenak untuk memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dialah Zat yang mengalirkan napas di paru-paru kita, yang menggerakkan jantung kita tanpa kita perintah, dan yang dengan rahman serta rahim-Nya, masih mempertemukan kita dengan bulan penuh ampunan, bulan Ramadhan yang penuh berkah. Betapa banyak saudara kita yang tahun lalu masih bersujud bersama kita, namun hari ini mereka telah berkalang tanah. Maka, kehadiran kita di masjid ini adalah tanda cinta Allah agar kita sempat bertaubat.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah laksana air yang mengalir kepada baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Manusia yang paling mulia akhlaknya, yang tutur katanya adalah wahyu, yang diamnya adalah dzikir, dan yang lisan mulianya tidak pernah sekalipun menyakiti hati sesamanya. Semoga kita termasuk umat yang berhak mendapatkan syafaat beliau di hari di mana harta dan anak tidak lagi berguna.

Selanjutnya, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan kepada seluruh jamaah sekalian: Ittaqullah! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa. Janganlah kita biarkan diri kita melangkah keluar dari dunia ini kecuali dalam keadaan muslim yang kaffah. Takwa adalah satu-satunya bekal yang akan menyelamatkan kita dari pedihnya siksa kubur dan hura-hara hari kiamat.

Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar

Jamaah yang dirahmati Allah, saat ini kita berada di sebuah zaman di mana lisan tidak lagi hanya berupa lidah di dalam mulut, tetapi telah beralih menjadi jempol di layar ponsel. Di bulan penuh ampunan ini, seringkali kita terjebak dalam ritualitas menahan lapar dan haus sejak fajar hingga maghrib, namun kita membiarkan lisan dan jari-jari kita menari bebas menyebarkan aib orang lain, menghujat, memfitnah, dan menyebarkan kebencian di media sosial.

Mari kita renungkan sebuah peristiwa yang sering terjadi saat ini. Betapa banyak orang yang terlihat religius di siang hari, namun tangannya begitu ringan mengetik komentar jahat yang merusak reputasi saudaranya. Ingatlah, bahwa puasa adalah perisai (Junnah). Jika perisai itu berlubang karena lisan yang tajam, maka ia tidak akan mampu melindungi kita dari api neraka.

Dalil Menjaga Lisan

Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memperingatkan kita dalam Al-Qur'an betapa setiap kata yang kita ucapkan, atau setiap kalimat yang kita posting, dicatat oleh pengawas yang sangat teliti:

مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

"Tidak ada suatu kata pun yang terucap melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)."
(QS. Qaf: 18)

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam juga memberikan peringatan yang sangat keras bagi orang-orang yang berpuasa namun tidak mampu menjaga lisannya dari perkataan dusta dan sia-sia:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

"Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan melakukannya, maka Allah tidak butuh terhadap upayanya meninggalkan makan dan minumnya."
(HR. Bukhari)

Kisah Muflis (Orang yang Bangkrut) di Zaman Modern

Di akhirat nanti, akan ada sekelompok orang yang membawa pahala puasa yang menggunung, pahala shalat malam yang luar biasa, dan zakat yang melimpah. Namun, mereka justru dilemparkan ke neraka. Mengapa? Karena di dunia mereka suka mencaci maki orang lain, memfitnah si A, mengambil hak si B dengan kata-katanya, dan menumpahkan darah melalui provokasi lisannya.

Pahala puasanya diambil untuk membayar orang-orang yang disakitinya di dunia digital maupun nyata. Jika pahalanya habis, dosa orang yang disakitinya akan ditimpakan kepadanya. Inilah "Orang Bangkrut" sejati. Maka di bulan penuh ampunan ini, mari kita jadikan lisan kita sebagai sarana dzikir, bukan sarana untuk menambah dosa.

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلِيُّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا خَاتَمُ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ.

Jamaah sekalian, inti dari khutbah kita hari ini adalah: Kesempurnaan puasa kita terletak pada pengendalian lisan. Jangan biarkan pahala puasa yang kita bangun dengan susah payah, hancur hanya karena satu komentar jahat atau satu ghibah yang kita nikmati.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ.
اَللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامَنَا صِيَامَ الصَّائِمِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ.
اَللَّهُمَّ اصْرِفْ عَنَّا السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ، وَاهْدِ أَلْسِنَتَنَا إِلَى مَا تُحِبُّ وَتَرْضَى.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

"Ya Allah, ampunilah mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat. Ya Allah muliakanlah Islam dan Muslimin. Jadikanlah puasa kami puasa orang yang ikhlas. Jauhkanlah kami dari keburukan, kekejian, dan kemungkaran, serta bimbinglah lisan kami menuju apa yang Engkau cintai. Berikanlah kami kebaikan di dunia dan akhirat. Amin."

Keywords: khutbah jumat muhammadiyah terbaru ramadhan, menjaga lisan saat puasa, materi khutbah jumat 20 menit, bahaya ghibah di bulan ramadhan, teks khutbah jumat lengkap harakat.

Tags: #KhutbahJumat #Ramadhan #MenjagaLisan #Muhammadiyah #AdabIslam #PuasaBerkah

0Comments