Sering kali kita mengira bahwa kuat berarti bersuara paling keras, paling tegar tanpa air mata, dan tak pernah goyah. Padahal, kekuatan sejati justru lahir dari kejujuran untuk mengakui rapuh, dari keberanian untuk bersandar kepada Allah ketika diri terasa lemah.
"Kekuatan bukanlah suara yang keras, melainkan kesediaan untuk mengakui rapuh.
Seperti pohon yang tetap tegak bukan karena menantang angin,
tapi karena ia mengakar dalam tanahnya sendiri."
Pohon tidak melawan angin dengan kesombongan. Ia membiarkan angin berlalu, sementara akarnya mencengkeram tanah dengan kuat. Begitulah seharusnya manusia beriman: menguatkan akar iman, bukan sibuk membuktikan diri di hadapan dunia.
Dalil Al-Qur’an: Kekuatan Datang dari Ketergantungan kepada Allah
Allah ﷻ berfirman:
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ أَنتُمُ ٱلۡفُقَرَآءُ إِلَى ٱللَّهِۖ وَٱللَّهُ هُوَ ٱلۡغَنِيُّ ٱلۡحَمِيدُ
"Wahai manusia! Kalian semua adalah orang-orang yang membutuhkan Allah, dan Allah Dialah Yang Mahakaya lagi Maha Terpuji."
(QS. Fāṭir: 15)
Ayat ini menegaskan bahwa mengakui kelemahan di hadapan Allah bukanlah kehinaan, justru itulah sumber kekuatan seorang hamba. Ketika manusia sadar bahwa dirinya fakir di hadapan Rabb-nya, saat itulah ia menjadi kuat.
Dalil Hadis: Kekuatan Ada pada Pengendalian Diri
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِندَ الْغَضَبِ
"Orang yang kuat bukanlah yang menang dalam bergulat, tetapi orang yang kuat adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini mengajarkan bahwa kekuatan sejati bersifat tenang dan terkendali, bukan meledak-ledak. Ia tumbuh dari kedalaman jiwa, seperti akar pohon yang tersembunyi namun menentukan kokohnya batang.
Menguatkan Akar Iman
Akar iman manusia terletak pada:
Tawakal, saat usaha sudah maksimal namun hasil diserahkan kepada Allah.
Keikhlasan, saat berbuat baik tanpa menuntut pengakuan.
Kerendahan hati, saat mampu berkata: “Aku lemah, dan aku butuh Allah.”
Allah ﷻ berfirman:
وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ
"Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya."
(QS. Aṭ-Ṭalāq: 3)
Penutup: Tenanglah, Kuat Itu Dalam
Tidak semua yang diam itu kalah, dan tidak semua yang keras itu kuat.
Kadang, kekuatan terbesar adalah kemampuan untuk tetap berdiri tanpa perlu berteriak, tetap berjalan meski hati pernah rapuh, dan tetap percaya meski angin kehidupan bertiup kencang.
Jadilah seperti pohon yang baik:
akar imanmu dalam, hatimu rendah, dan hidupmu memberi manfaat.


0Comments