BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Kajian Ahad Pagi Masjid Al-Hikmah Cepu: Resolusi Transformasi 2026 dari Niat Menuju Perubahan Hakiki

Kajian Ahad Pagi Masjid Al-Hikmah Cepu: Resolusi Transformasi 2026 dari Niat Menuju Perubahan Hakiki

Ustadz Nur Sahlul Mubarrok mengajak jamaah untuk merenungkan fenomena pergantian tahun. Beliau menyampaikan bahwa di awal tahun 2026, realitas di masy
Table of contents
×

Cepu, Ahad 4 Januari 2026 — Mengawali tahun baru 2026, Majelis Tabligh dan Pustaka Informasi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cepu kembali menyelenggarakan Kajian Ahad Pagi yang bertempat di Masjid Al-Hikmah Cepu. Kajian kali ini menghadirkan pemateri Ustadz Nur Sahlul Mubarrok, S.HI., M.Pd., yang menyampaikan tema “Resolusi Transformasi 2026: Dari Niat Menuju Perubahan Hakiki”. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan mendapat dukungan penuh dari Lazismu KLC Cepu.

Tahsin Al-Qur’an sebagai Pembuka Kajian

Kajian diawali dengan tahsin Al-Qur’an Surah Al-Humazah yang dipandu oleh Ustadz Abdullah Wahab. Kegiatan tahsin ini menjadi pengingat pentingnya memperbaiki bacaan Al-Qur’an sebagai fondasi utama dalam membangun keimanan dan amal di awal tahun.

Makna Pergantian Tahun bagi Seorang Mukmin

Dalam penyampaiannya, Ustadz Nur Sahlul Mubarrok mengajak jamaah untuk merenungkan fenomena pergantian tahun. Beliau menyampaikan bahwa di awal tahun 2026, realitas di masyarakat sangat beragam. Ada yang istiqomah meningkatkan ibadah dan kebaikan, namun ada pula yang menjadikan pergantian tahun sebagai ajang pesta pora, hura-hura, bahkan tawuran yang jauh dari nilai-nilai keislaman.

Menurut beliau, pergantian tahun bukan sekadar tradisi atau seremonial, melainkan momentum muhasabah yang sangat penting. Bagi seorang mukmin, bertambahnya tahun memiliki makna mendalam, yaitu:

  • Berkurangnya jatah umur
  • Bertambahnya catatan amal
  • Semakin dekatnya perjumpaan dengan Allah SWT

Kesadaran inilah yang seharusnya melahirkan tekad untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik secara iman, akhlak, dan amal.

Perubahan Hakiki Dimulai dari Diri Sendiri

Ustadz Nur Sahlul Mubarrok menegaskan bahwa perubahan sejati tidak cukup hanya dengan niat dan resolusi di lisan, tetapi harus diwujudkan dalam transformasi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Allah SWT telah menegaskan prinsip perubahan ini dalam Surah Ar-Ra’d ayat 11:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

Artinya:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)

Ayat ini menegaskan bahwa perubahan sosial dan spiritual harus diawali dengan perubahan individu, baik dalam pola pikir, sikap, maupun perilaku.

Ukuran Keberuntungan dalam Islam

Dalam kajian tersebut, Ustadz Nur Sahlul Mubarrok juga memberikan penjelasan tentang tolok ukur keberuntungan seorang muslim. Beliau menjelaskan bahwa orang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin, sedangkan orang yang merugi adalah mereka yang hari ini sama atau bahkan lebih buruk dari hari sebelumnya.

Pesan ini menjadi dorongan kuat agar setiap muslim menjadikan tahun 2026 sebagai tahun peningkatan kualitas diri, baik dalam ibadah, akhlak, maupun kontribusi sosial.

Penutup

Kajian Ahad Pagi ini memberikan inspirasi dan motivasi kepada jamaah untuk menjadikan tahun 2026 sebagai tahun transformasi hakiki, bukan sekadar resolusi tanpa realisasi. Dengan muhasabah yang jujur, niat yang lurus, dan langkah nyata, diharapkan setiap muslim mampu menapaki kehidupan dengan lebih bermakna dan diridhai Allah SWT.

Acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar Allah SWT memberikan kekuatan, keistiqomahan, serta hidayah dalam menjalani tahun 2026 dengan penuh keberkahan.


📍 Masjid Al-Hikmah Cepu
🗓️ Ahad, 4 Januari 2026
🤝 Disupport penuh oleh Lazismu KLC Cepu



0Comments