Cepu, Ahad 28 Desember 2025 — Majelis Tabligh dan Pustaka Informasi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cepu kembali menyelenggarakan Kajian Ahad Pagi yang bertempat di Masjid Al-Hikmah Cepu. Kajian penutup akhir tahun ini menghadirkan pemateri Ustadz Ahmad Furqony, S.Ag., M.Pd, dengan tema “Muhasabah 2025, Harapan 2026”. Kajian berlangsung dengan khidmat dan penuh refleksi, serta disupport penuh oleh Lazismu KLC Cepu.
Muhasabah: Introspeksi Diri di Penghujung Tahun
Dalam penyampaiannya, Ustadz Ahmad Furqony menegaskan bahwa pergantian tahun seharusnya tidak sekadar dimaknai sebagai perubahan angka kalender, tetapi sebagai momentum muhasabah, yakni evaluasi diri terhadap perjalanan iman, amal, dan akhlak selama satu tahun yang telah dilalui.
Beliau mengajak jamaah untuk bertanya pada diri masing-masing: sejauh mana kedekatan kepada Allah semakin kuat, amal kebaikan bertambah, serta dosa dan kelalaian berkurang. Muhasabah menjadi pintu utama untuk memperbaiki kualitas hidup di masa yang akan datang.
Bekal Menghadapi Masa Depan
Ustadz Ahmad Furqony mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Hasyr ayat 18 sebagai landasan pentingnya muhasabah:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)
Ayat ini menegaskan bahwa setiap muslim harus menyiapkan bekal amal untuk kehidupan akhirat, bukan hanya untuk kehidupan dunia.
Ujian sebagai Pengingat untuk Kembali
Beliau juga mengingatkan bahwa Allah sering kali memberikan ujian agar manusia kembali sadar dan memperbaiki diri, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat 126:
أَوَلَا يَرَوْنَ أَنَّهُمْ يُفْتَنُونَ فِي كُلِّ عَامٍ مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ لَا يَتُوبُونَ وَلَا هُمْ يَذَّكَّرُونَ
Artinya:
“Tidakkah mereka memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, tetapi mereka tidak juga bertobat dan tidak pula mengambil pelajaran?” (QS. At-Taubah: 126)
Ayat ini menjadi peringatan agar ujian hidup dijadikan sarana taubat dan perbaikan diri, bukan justru menjauhkan diri dari Allah.
Al-Qur’an sebagai Penerang Kehidupan
Dalam kajian tersebut, Ustadz Ahmad Furqony juga menegaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk dan cahaya bagi manusia, sebagaimana firman Allah dalam Surah An-Nur ayat 34:
وَلَقَدْ أَنزَلْنَا إِلَيْكُمْ آيَاتٍ مُّبَيِّنَاتٍ وَمَثَلًا مِّنَ الَّذِينَ خَلَوْا مِن قَبْلِكُمْ وَمَوْعِظَةً لِّلْمُتَّقِينَ
Artinya:
“Dan sungguh, Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang jelas, contoh-contoh dari orang-orang terdahulu sebelum kamu, dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. An-Nur: 34)
Dengan berpegang pada Al-Qur’an, seorang muslim akan mampu menjalani hidup dengan arah yang jelas dan tujuan yang benar.
Hakikat Hidup dan Amal Manusia
Ustadz Ahmad Furqony juga mengingatkan bahwa kehidupan dunia adalah tempat ujian, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Mulk ayat 2:
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
Artinya:
“Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang paling baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun.” (QS. Al-Mulk: 2)
Ayat ini menegaskan bahwa kualitas amal, bukan sekadar banyaknya amal, yang menjadi tolok ukur di sisi Allah SWT.
Pertanggungjawaban di Akhirat
Sebagai penutup materi, disampaikan pula firman Allah dalam Surah Al-Isra’ ayat 14:
اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا
Artinya:
“Bacalah kitab (catatan amal)mu, cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghitung terhadapmu.” (QS. Al-Isra’: 14)
Ayat ini mengingatkan bahwa setiap manusia kelak akan mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatannya tanpa bisa diwakilkan oleh siapa pun.
Penutup
Kajian Ahad Pagi ini menjadi pengingat yang kuat bagi jamaah untuk menjadikan akhir tahun 2025 sebagai waktu terbaik untuk bermuhasabah dan memperbaiki diri. Dengan muhasabah yang jujur dan tekad yang kuat, diharapkan tahun 2026 dapat dilalui dengan iman yang lebih kokoh, amal yang lebih berkualitas, dan kehidupan yang lebih bermakna.
Acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar Allah SWT memberikan kekuatan, hidayah, serta keberkahan dalam menapaki tahun yang baru.
📍 Masjid Al-Hikmah Cepu
🗓️ Ahad, 28 Desember 2025
🤝 Disupport penuh oleh Lazismu KLC Cepu

0Comments