Cepu, Rabu, 24 Desember 2025 — Dalam rangka meningkatkan kualitas spiritual dan pemahaman keislaman karyawan, RS PKU Muhammadiyah Cepu menyelenggarakan kajian pembinaan karyawan yang bertempat di Aula RS PKU Cepu. Kajian ini menghadirkan pemateri Ustadz Anas Aulia Irhami, S.Pd., yang membahas tema seputar pengertian Al-Qur’an serta pentingnya membaca Al-Qur’an dengan tajwid dan tartil.
Pengertian Al-Qur’an
Dalam pemaparannya, Ustadz Anas Aulia Irhami menjelaskan bahwa Al-Qur’an adalah kalam Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan Malaikat Jibril, sebagai petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia. Al-Qur’an tidak hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk dipahami, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam lingkungan kerja dan pelayanan kesehatan.
Pentingnya Membaca Al-Qur’an dengan Tajwid
Ustadz Anas menekankan bahwa membaca Al-Qur’an harus memperhatikan kaidah tajwid, yaitu aturan-aturan yang mengatur cara pengucapan huruf-huruf hijaiyah secara benar sesuai makhraj dan sifatnya. Kesalahan dalam tajwid dapat mengubah makna ayat, sehingga setiap Muslim dianjurkan untuk terus belajar dan memperbaiki bacaan Al-Qur’annya.
Beliau juga memberikan penjelasan praktis mengenai contoh-contoh bacaan tajwid yang sering ditemui dalam Al-Qur’an, agar peserta kajian lebih mudah memahami dan menerapkannya.
Makna Tartil dalam Membaca Al-Qur’an
Selain tajwid, pemateri juga menjelaskan tentang tartil, yaitu membaca Al-Qur’an dengan perlahan, tenang, jelas, dan penuh penghayatan. Tartil membantu pembaca untuk memahami makna ayat serta menghadirkan kekhusyukan dalam membaca Al-Qur’an. Dengan tartil, bacaan Al-Qur’an tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Relevansi dalam Kehidupan dan Dunia Kerja
Ustadz Anas mengaitkan materi kajian dengan kehidupan karyawan RS PKU Muhammadiyah Cepu, bahwa interaksi dengan Al-Qur’an yang benar akan membentuk kepribadian yang sabar, teliti, dan penuh empati, nilai-nilai yang sangat dibutuhkan dalam dunia pelayanan kesehatan. Membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar juga menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang islami dan berakhlak mulia.
Penutup
Kajian pembinaan karyawan ini berlangsung dengan penuh antusias dan diikuti oleh para karyawan dari berbagai unit kerja. Melalui kajian ini, diharapkan seluruh karyawan RS PKU Muhammadiyah Cepu semakin mencintai Al-Qur’an, mampu membacanya dengan tajwid dan tartil, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam bekerja dan melayani dengan profesional serta bernilai ibadah.

0Comments