![]() |
| Materi Kultum Keutamaan Istighfar. |
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ الِاسْتِغْفَارَ مَلْجَأً لِلْخَاطِئِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ غَافِرُ الذُّنُوْبِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ يُكْثِرُ الِاسْتِغْفَارَ فِيْ كُلِّ حِينٍ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.
"Segala puji bagi Allah yang menjadikan istighfar sebagai tempat berlindung bagi orang yang bersalah. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Pengampun dosa, dan Nabi Muhammad adalah utusan-Nya yang senantiasa beristighfar setiap waktu. Ya Allah, limpahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan sahabatnya."
Istighfar: Kebutuhan Setiap Jiwa
Jamaah yang dimuliakan Allah, tidak ada manusia yang luput dari salah dan khilaf. Namun, sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah mereka yang segera menyadari kekeliruannya dan kembali kepada Allah dengan beristighfar. Istighfar bukan sekadar ucapan di bibir, melainkan bentuk pengakuan tulus seorang hamba akan kelemahannya di hadapan Sang Khaliq.
Terutama di bulan yang penuh berkah ini, istighfar adalah kunci utama untuk membersihkan noda di hati agar cahaya hidayah Allah dapat masuk dengan sempurna.
Istighfar Sebagai Pembuka Pintu Rezeki dan Solusi
Banyak di antara kita yang menganggap istighfar hanya dilakukan setelah berbuat dosa. Padahal, istighfar adalah kunci dari segala kebuntuan hidup. Allah SWT menjanjikan keajaiban bagi mereka yang melazimkan istighfar sebagaimana firman-Nya:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا . يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا . وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا
"Maka aku berkata (kepada mereka), 'Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu'."
(QS. Nuh: 10-12)
Meneladani Istighfar Rasulullah SAW
Jika Rasulullah SAW yang sudah dijamin surga dan terpelihara dari dosa saja masih beristighfar lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari, maka betapa lebih butuhnya kita yang berlumur dosa ini untuk bersimpuh memohon ampunan. Beliau bersabda:
وَاللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً
"Demi Allah, sesungguhnya aku beristighfar (memohon ampun) kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali."
(HR. Bukhari)
Kesimpulan
Mari kita jadikan istighfar sebagai nafas harian kita. Saat berdiri, duduk, maupun bekerja, basahilah lisan kita dengan Astaghfirullah hal 'adzim. Semoga dengan banyaknya istighfar, Allah mengangkat kesulitan kita, menenangkan hati kita, dan mencatat kita sebagai hamba yang kembali dalam keadaan suci kelak.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ. وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
"Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Ya Tuhan kami, kami telah mendzalimi diri kami sendiri, jika Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami, niscaya kami termasuk orang yang merugi. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."


0Comments