![]() |
| Materi Kultum Sabar di Bulan Ramadhan. |
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ الصَّبْرَ ضِيَاءً، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِيْنُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.
"Segala puji bagi Allah yang menjadikan sabar sebagai cahaya. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah hamba serta utusan-Nya yang jujur lagi terpercaya. Ya Allah, limpahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya."
Ramadhan: Bulan Melatih Kesabaran
Jamaah yang dirahmati Allah, bulan Ramadhan sering disebut sebagai Syahrush Shabr atau Bulan Sabar. Mengapa demikian? Karena dalam ibadah puasa, kita tidak hanya diperintahkan menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan hawa nafsu, amarah, dan keluh kesah. Puasa adalah latihan intensif untuk memperkuat otot-otot kesabaran dalam jiwa kita.
Sabar bukan berarti lemah. Sabar adalah kekuatan untuk tetap tegak di atas ketaatan, menahan diri dari kemaksiatan, dan rida atas segala ujian yang Allah berikan.
Tiga Jenis Kesabaran dalam Puasa
Para ulama membagi kesabaran menjadi tiga tingkatan yang semuanya terkumpul dalam ibadah Ramadhan:
- Sabar dalam Ketaatan: Menjalankan shalat tarawih, tilawah, dan bangun sahur meskipun raga terasa lelah.
- Sabar dari Kemaksiatan: Menahan lisan dari ghibah, dusta, dan menjaga mata dari hal-hal yang tidak halal.
- Sabar atas Ujian Allah: Menghadapi rasa lapar, haus, dan kepenatan aktivitas dengan hati yang tenang.
Dalil Kesabaran dalam Al-Qur'an
Allah SWT menjanjikan kebersamaan-Nya bagi orang-orang yang senantiasa menjaga kesabaran:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar."
(QS. Al-Baqarah: 153)
Sabar Saat Dihadapkan pada Amarah
Rasulullah SAW memberikan panduan konkret bagaimana bersikap sabar saat emosi kita diuji ketika berpuasa:
فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ
"Jika salah seorang di antara kalian sedang berpuasa, maka janganlah berkata kotor dan janganlah berteriak-teriak. Jika ada orang yang mencacinya atau mengajaknya berkelahi, hendaknya ia berkata: 'Sesungguhnya aku sedang berpuasa'."
(HR. Bukhari & Muslim)
Kesimpulan
Pribadi yang sabar adalah pribadi yang berhasil meraih hakikat puasa. Jika Ramadhan telah usai, namun kita masih menjadi pribadi yang pemarah dan tidak sabaran, maka kita perlu mengevaluasi kembali kualitas puasa kita. Mari jadikan sisa hari di bulan suci ini sebagai momentum untuk memperhalus adab dan memperkokoh kesabaran.
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الصَّابِرِيْنَ الشَّاكِرِيْنَ. رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
"Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang sabar dan bersyukur. Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami dan kokohkanlah pendirian kami. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."



0Comments