BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Kajian Ahad Pagi Masjid Al-Hikmah Cepu: Memahami Musibah sebagai Nikmat dan Tanda Cinta Allah

Kajian Ahad Pagi Masjid Al-Hikmah Cepu: Memahami Musibah sebagai Nikmat dan Tanda Cinta Allah

Dalam pemaparannya, Ustadz Sopyan, S.H.I menegaskan bahwa musibah bukanlah semata-mata keburukan, melainkan bagian dari nikmat Allah SWT yang sering
Table of contents
×

Cepu, Ahad 21 Desember 2025 — Majelis Tabligh dan Pustaka Informasi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cepu kembali menyelenggarakan Kajian Ahad Pagi yang bertempat di Masjid Al-Hikmah Cepu. Kajian kali ini menghadirkan pemateri Ustadz Sopyan, S.H.I, yang menyampaikan tema reflektif tentang hakikat musibah dalam kehidupan seorang mukmin. Kegiatan berlangsung dengan khusyuk dan diikuti jamaah dengan penuh perhatian. Kajian ini didukung penuh oleh Lazismu Cabang Cepu.

Musibah sebagai Nikmat Allah

Dalam pemaparannya, Ustadz Sopyan, S.H.I menegaskan bahwa musibah bukanlah semata-mata keburukan, melainkan bagian dari nikmat Allah SWT yang sering kali tersembunyi. Musibah menjadi sarana Allah untuk membersihkan dosa, mengangkat derajat, serta mendekatkan hamba kepada-Nya.

Beliau mengingatkan bahwa cara pandang seorang mukmin terhadap musibah sangat menentukan kualitas imannya. Ketika musibah disikapi dengan sabar dan ridha, maka di balik kesulitan tersebut tersimpan kebaikan yang besar.

Musibah sebagai Tanda Cinta Allah

Lebih lanjut disampaikan bahwa musibah adalah tanda cinta Allah kepada hamba-Nya. Allah tidak membiarkan hamba yang dicintai-Nya larut dalam kelalaian, sehingga Dia memberikan ujian agar hamba tersebut kembali mengingat Allah, memperbaiki diri, dan memperkuat ketergantungan hanya kepada-Nya.

Ustadz Sopyan menegaskan bahwa salah satu bentuk ujian Allah yang paling nyata adalah diberikannya musibah dalam berbagai bentuk, baik berupa kehilangan, sakit, kesempitan rezeki, maupun kesulitan hidup lainnya. Semua itu terjadi bukan tanpa tujuan, melainkan sebagai sarana tarbiyah ilahiyah (pendidikan dari Allah).

Musibah sebagai Tanda Allah Menghendaki Kebaikan

Beliau juga menyampaikan bahwa musibah merupakan tanda Allah menghendaki kebaikan atas hamba-Nya. Dengan ujian, Allah menilai kesabaran, keikhlasan, dan keteguhan iman seorang hamba. Dari musibah itulah lahir pribadi yang kuat, tawakal, dan semakin dekat dengan Allah SWT.

Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Anbiya ayat 35:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Artinya:
"Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Dan Kami uji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan." (QS. Al-Anbiya: 35)

Ayat ini menegaskan bahwa kebaikan dan keburukan, termasuk musibah, merupakan bentuk ujian dari Allah SWT, dan semuanya akan dipertanggungjawabkan ketika manusia kembali kepada-Nya.

Penutup

Kajian Ahad Pagi ini memberikan penguatan spiritual kepada jamaah agar tidak mudah berputus asa saat menghadapi musibah, melainkan menjadikannya sebagai sarana introspeksi, peningkatan iman, dan penguatan hubungan dengan Allah SWT. Acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar Allah memberikan kesabaran, keteguhan iman, serta kemampuan untuk mengambil hikmah dari setiap ujian kehidupan.


📍 Masjid Al-Hikmah Cepu
🗓️ Ahad, 21 Desember 2025
🤝 Disupport penuh oleh Lazismu Cabang Cepu


0Comments