BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Kajian Ahad Pagi Masjid Al-Hikmah Cepu: Mensyukuri Nikmat Allah sebagai Kunci Kedamaian Hidup

Kajian Ahad Pagi Masjid Al-Hikmah Cepu: Mensyukuri Nikmat Allah sebagai Kunci Kedamaian Hidup

Table of contents
×

Cepu, Ahad 14 Desember 2025 — Majelis Tabligh dan Pustaka Informasi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cepu kembali menggelar Kajian Ahad Pagi yang bertempat di Masjid Al-Hikmah Cepu. Kajian kali ini menghadirkan pemateri Ust. Dr. Aang Kunaepi, M.Ag, yang juga dikenal sebagai dai dan intelektual Muhammadiyah. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh jamaah dengan penuh antusias. Kajian ini mendapat dukungan penuh dari Lazismu Cabang Cepu.

Syukur sebagai Fondasi Kehidupan Seorang Mukmin

Dalam penyampaiannya, Ust. Dr. Aang Kunaepi, M.Ag menekankan pentingnya mensyukuri nikmat Allah SWT yang telah diberikan kepada seluruh hamba-Nya. Beliau mengingatkan bahwa sering kali manusia hanya fokus pada kekurangan, padahal Allah telah melimpahkan begitu banyak nikmat yang tidak terhitung jumlahnya.

Salah satu nikmat besar yang patut disyukuri, menurut beliau, adalah nikmat kedamaian dan keamanan. Jamaah diajak untuk merenung bahwa kondisi bangsa Indonesia yang relatif aman dan damai merupakan karunia besar dari Allah, terutama jika dibandingkan dengan berbagai negara lain yang dilanda konflik, peperangan, dan ketidakstabilan.

Nikmat Kecukupan dan Kemudahan Hidup

Selain nikmat kedamaian, Ust. Aang juga menyoroti nikmat kecukupan pangan dan kemudahan hidup. Beliau menyampaikan bahwa sebagian besar masyarakat di negeri ini masih dapat menikmati makanan dengan mudah, sementara di belahan dunia lain masih banyak manusia yang harus berjuang keras untuk sekadar mendapatkan makanan dan air bersih.

Kesadaran ini, menurut beliau, seharusnya melahirkan sikap qana’ah (merasa cukup), rendah hati, serta empati sosial, bukan justru keluhan dan sikap kufur nikmat. Dengan bersyukur, seorang muslim akan lebih tenang, optimis, dan mampu melihat hidup dari sudut pandang yang lebih luas.

Syukur Tidak Hanya dengan Lisan

Lebih lanjut, Ust. Dr. Aang Kunaepi menjelaskan bahwa syukur tidak cukup diucapkan dengan lisan, tetapi harus diwujudkan melalui perbuatan nyata. Mensyukuri nikmat berarti menggunakan nikmat tersebut untuk kebaikan, meningkatkan ibadah, membantu sesama, serta memperkuat kepedulian sosial.

Beliau menegaskan bahwa orang yang bersyukur akan merasakan keberkahan hidup, sebagaimana janji Allah SWT bahwa nikmat akan ditambah bagi hamba-Nya yang pandai bersyukur.

Penutup

Kajian Ahad Pagi ditutup dengan doa bersama, memohon agar Allah SWT menjadikan jamaah termasuk golongan hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur, mampu menjaga nikmat yang ada, serta menggunakannya untuk kemaslahatan umat dan bangsa.

Kegiatan ini menjadi pengingat penting bagi jamaah bahwa syukur adalah kunci kebahagiaan dan kedamaian hidup, baik secara pribadi maupun sosial.


📍 Masjid Al-Hikmah Cepu
🗓️ Ahad, 14 Desember 2025
🤝 Disupport penuh oleh Lazismu Cabang Cepu


0Comments