Cepu, Ahad, 30 November 2025 — Majelis Tabligh dan Pustaka Informasi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cepu kembali menyelenggarakan Kajian Ahad Pagi yang bertempat di Masjid Al-Hikmah Cepu. Kajian ini menghadirkan pemateri Ustadz Drs. H. Ali Maghfur, M.Pd., yang membahas tema penting seputar bencana dan musibah dalam pandangan Islam. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Lazismu Cabang Cepu.
Pelajaran dari Umat Terdahulu
Dalam pemaparannya, Ustadz Ali Maghfur mengajak jamaah untuk mengambil pelajaran dari kisah umat-umat terdahulu yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Banyak di antara mereka ditimpa bencana dan azab bukan semata-mata tanpa sebab, melainkan akibat kedurhakaan, kesombongan, serta penolakan terhadap risalah para nabi. Kisah-kisah tersebut menjadi peringatan agar umat Islam senantiasa menjaga iman dan ketaatan kepada Allah SWT.
Memahami Musibah dalam Perspektif Aqidah
Beliau menegaskan bahwa setiap musibah terjadi atas kehendak dan izin Allah SWT. Dalam perspektif aqidah, musibah bukan sekadar peristiwa alam atau kejadian biasa, melainkan bagian dari takdir Allah yang mengandung hikmah. Seorang mukmin dituntut untuk meyakini bahwa apa pun yang menimpanya tidak akan meleset dari ketetapan-Nya.
Hakikat Musibah
Ustadz Ali menjelaskan bahwa hakikat musibah bisa bermakna:
- Ujian keimanan, untuk melihat sejauh mana kesabaran dan keteguhan iman seorang hamba;
- Teguran dari Allah, agar manusia kembali ke jalan yang benar;
- Penghapus dosa, bagi hamba yang bersabar dan ridha atas ketentuan-Nya.
Musibah tidak selalu bermakna keburukan, tetapi bisa menjadi jalan menuju kebaikan yang lebih besar apabila disikapi dengan benar.
Hikmah di Balik Musibah
Di antara hikmah musibah yang disampaikan dalam kajian ini adalah:
- Menumbuhkan sikap tawadhu’ dan kesadaran bahwa manusia lemah tanpa pertolongan Allah.
- Menguatkan ketergantungan kepada Allah SWT melalui doa dan ibadah.
- Menjadi sarana introspeksi diri dan perbaikan amal.
- Mempererat ukhuwah dan kepedulian sosial, khususnya dalam membantu sesama yang tertimpa musibah.
Sikap Seorang Muslim dalam Menghadapi Musibah
Sebagai penutup materi, Ustadz Ali Maghfur menekankan beberapa sikap yang harus dimiliki seorang muslim ketika menghadapi musibah, di antaranya:
- Sabar dan tidak berkeluh kesah secara berlebihan;
- Ridha terhadap ketetapan Allah;
- Tawakkal, dengan tetap berikhtiar dan berdoa;
- Mengambil pelajaran dan memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih baik.
Penutup
Kajian Ahad Pagi ini berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan mendapat perhatian besar dari jamaah Masjid Al-Hikmah Cepu. Melalui kajian ini, diharapkan umat Islam semakin memiliki pemahaman yang lurus tentang bencana dan musibah, sehingga mampu menyikapinya dengan iman yang kokoh, kesabaran, dan kepedulian sosial.
Majelis Tabligh dan Pustaka Informasi PCM Cepu bersama Lazismu Cabang Cepu berkomitmen untuk terus menghadirkan kajian-kajian pencerahan sebagai upaya memperkuat aqidah dan amal umat.

0Comments