Cepu, 1 Oktober 2026 — Pemuda Muhammadiyah Cepu menggelar kajian dalam rangka memperingati Milad Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) ke-61 pada Kamis, 1 Oktober 2026, bertempat di Masjid Al-Hikmah Cepu.
Kajian menghadirkan Ustaz Nurul Mukminin, S.Pd. sebagai pemateri. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah KOKAM sekaligus menguatkan kembali semangat kader Muhammadiyah dalam berdakwah, berkhidmat, dan memberikan manfaat di tengah masyarakat.
Mengenal Sejarah Berdirinya KOKAM
Dalam kajiannya, Ustaz Nurul Mukminin menyampaikan tentang sejarah berdirinya KOKAM sebagai bagian dari perjalanan gerakan kepemudaan Muhammadiyah. KOKAM lahir sebagai bentuk kesiapsiagaan dan pengabdian kader muda Muhammadiyah dalam menghadapi berbagai situasi serta memberikan kontribusi nyata bagi umat dan masyarakat.
Seiring perjalanan waktu, KOKAM tidak hanya dikenal dalam konteks kesiapsiagaan, tetapi juga aktif mengambil peran dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Kehadiran KOKAM menjadi salah satu wujud nyata semangat kader Muhammadiyah untuk berada di tengah masyarakat dan memberikan pertolongan ketika dibutuhkan.
Menjadi Garda Depan dalam Pengabdian Sosial
Lebih lanjut, Ustaz Nurul Mukminin menekankan pentingnya kader KOKAM untuk terus aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Semangat kesiapsiagaan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, kepedulian, kedisiplinan, dan kesediaan untuk membantu sesama.
Dalam berbagai kondisi, KOKAM dapat mengambil peran dalam kegiatan kemanusiaan, sosial, pengamanan kegiatan persyarikatan, membantu masyarakat ketika terjadi bencana, serta berbagai bentuk pengabdian lainnya.
Semangat tersebut sejalan dengan karakter kader Muhammadiyah yang tidak hanya memiliki kemampuan organisasi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan umat dan masyarakat.
Berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah
Dalam kajian tersebut juga ditekankan bahwa gerakan Muhammadiyah harus senantiasa berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Salah satu landasan penting dalam menjalankan aktivitas dakwah dan amar ma'ruf nahi munkar adalah firman Allah SWT dalam Surah Ali Imran ayat 104:
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
"Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh berbuat yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."
(QS. Ali 'Imran: 104)
Ayat tersebut menjadi salah satu dasar penting bagi gerakan dakwah Muhammadiyah. Amar ma'ruf nahi munkar tidak hanya dilakukan melalui penyampaian ilmu dan nasihat, tetapi juga dapat diwujudkan melalui pelayanan, kepedulian sosial, serta berbagai amal nyata yang memberikan manfaat kepada masyarakat.
Menjaga Semangat Kaderisasi dan Pengabdian
Peringatan Milad KOKAM ke-61 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk melakukan refleksi dan memperkuat komitmen kader.
Generasi muda Muhammadiyah diharapkan mampu melanjutkan semangat para pendahulu dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam, menjunjung tinggi akhlak, menjaga kedisiplinan, serta memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat.
KOKAM juga diharapkan terus menjadi bagian dari gerakan dakwah dan pengabdian Muhammadiyah dengan mengedepankan prinsip kemanusiaan, persaudaraan, ketertiban, serta semangat membantu sesama.
Kajian yang berlangsung di Masjid Al-Hikmah Cepu tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah gerakan tidak hanya terletak pada jumlah kader, tetapi juga pada keikhlasan dalam beramal, keteguhan dalam menjalankan amanah, serta kesediaan untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Memasuki usia ke-61, semangat KOKAM diharapkan semakin kokoh dalam mengemban amanah, menjadi bagian dari kekuatan kader muda Muhammadiyah, dan terus bergerak bersama dakwah amar ma'ruf nahi munkar dengan berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah.
0Comments