BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Dari MTQ hingga Konten Digital: Strategi SMA At-Tajdid Muhammadiyah Blora Sabet 5 Gelar di MAPSI 2026

Dari MTQ hingga Konten Digital: Strategi SMA At-Tajdid Muhammadiyah Blora Sabet 5 Gelar di MAPSI 2026

SMA At-Tajdid Muhammadiyah Blora raih 5 gelar di MAPSI 2026 tingkat Kabupaten Blora pada cabang MTQ hingga konten digital.
Table of contents
×
Para siswa kontingen SMA At-Tajdid Muhammadiyah Blora pose bersama trofi kejuaraan MAPSI 2026
Para siswa kontingen SMA At-Tajdid Muhammadiyah Blora mengabadikan foto bersama usai berhasil meraih lima gelar juara pada ajang MAPSI 2026 di SMAN 1 Tunjungan, Kabupaten Blora.

Ajang Lomba Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI) SMA tingkat Kabupaten Blora Tahun 2026 menjadi panggung pembuktian bagi SMA At-Tajdid Muhammadiyah Blora. Bertempat di SMAN 1 Tunjungan pada Senin, 7 September 2026, kontingen sekolah ini berhasil memborong lima trofi penghargaan sekaligus dalam berbagai cabang perlombaan yang berlangsung kompetitif.

Keberhasilan ini mempertegas posisi SMA At-Tajdid Muhammadiyah Blora sebagai lembaga pendidikan yang konsisten menyeimbangkan antara penguatan nilai-nilai keislaman, tradisi literasi ilmiah, dan penguasaan teknologi digital. Gelaran tahunan yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) SMA Kabupaten Blora tersebut diikuti oleh ratusan pelajar terbaik dari sekolah menengah atas se-Kabupaten Blora.

Daftar Prestasi Kontingen SMA At-Tajdid

Dominasi SMA At-Tajdid Muhammadiyah Blora terlihat dari keberhasilan siswa-siswinya menembus jajaran pemenang di lima cabang lomba yang berbeda:

  • Juara 2 Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Putri: Adya Zaskia R (Siswa Kelas XI)
  • Juara 3 Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Putra: Yusron A
  • Juara 3 Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIA): Locita Kanaka A
  • Juara Harapan 3 Da’i Pelajar: Qamraa F
  • Juara Harapan 3 Konten Video Kreatif: Alya Zahira K

Capaian tersebut memperlihatkan spektrum keahlian para siswa yang luas. Tidak hanya unggul dalam seni baca Al-Qur'an secara murni, para siswa juga menunjukkan ketajaman berpikir ilmiah berbasis Al-Qur'an, kemampuan orasi dakwah, hingga kreativitas sinematografi digital yang sangat relevan dengan kebutuhan komunikasi era modern.

Proses Pembinaan Intensif di Sela Kegiatan Belajar

Keberhasilan memborong lima penghargaan ini tentu tidak diraih secara instan. Di balik deretan trofi tersebut, terdapat komitmen tinggi dan kerja keras seluruh tim selama kurun waktu satu setengah bulan sebelum hari pertandingan.

Para siswa menjalani proses pembinaan rutin yang diselipkan di antara padatnya jadwal Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Pendampingan ketat dilakukan oleh para guru pembimbing yang berdedikasi, yaitu Anas Aulia I, Naima A, Nisaul I, Ambar, serta Farah, yang masing-masing mengawal siswa sesuai dengan spesialisasi cabang lomba.

Guna mematangkan kesiapan, tim pembimbing tidak hanya fokus pada materi teknis, tetapi juga menggelar simulasi dan gladi bersih secara berkala. Langkah ini terbukti efektif dalam menggembleng mental bertanding para siswa agar tetap tenang, percaya diri, dan tampil optimal saat berhadapan dengan dewan juri serta peserta dari sekolah lain.

Refleksi Pembimbing dan Ungkapan Syukur Siswa

Rasa bangga dan syukur terpancar dari para guru pendamping serta peserta yang telah berjuang di lapangan. Pembimbing MTQ Putra, Anas Aulia I, menyampaikan rasa bahagianya atas pencapaian anak didiknya. Menurutnya, hasil yang diraih oleh Yusron merupakan buah dari kemauan belajar dan semangat berlatih yang konsisten selama masa persiapan.

Ia menegaskan bahwa pencapaian ini bukanlah garis akhir, melainkan pijakan awal untuk terus menempa diri. Semangat untuk tidak cepat puas menjadi kunci utama agar potensi tilawah yang dimiliki siswa dapat terus berkembang ke tingkat yang lebih tinggi pada masa mendatang.

Hal senada disampaikan oleh pembimbing cabang KTIA, Ambar. Ia mengapresiasi keberanian dan ketekunan siswa dalam menyusun karya tulis ilmiah berbasis Al-Qur'an. Menurutnya, mengikuti kompetisi tingkat kabupaten merupakan sarana edukatif yang sangat berharga untuk melatih daya kritis, metodologi riset, dan keberanian menyampaikan gagasan di muka umum.

Dari sudut pandang siswa, Adya Zaskia R yang berhasil meraih Juara 2 MTQ Putri mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian yang didapat. Siswa kelas XI ini menilai bahwa pengalaman bertanding di MAPSI 2026 memberikannya pelajaran berharga mengenai pentingnya evaluasi diri. Capaian ini menjadi pemantik semangat baginya untuk terus memperbaiki kekurangan dan berusaha meraih hasil terbaik pada kompetisi-kompetisi berikutnya.

Komitmen Sekolah Mencetak Generasi Berdaya Saing Global

Menanggapi raihan prestasi ini, Kepala SMA At-Tajdid Muhammadiyah Blora, M. Guntur, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kontingen, baik siswa maupun tim guru pembimbing. Ia menyatakan bahwa pihak sekolah akan terus mendukung penuh seluruh kegiatan pengembangan bakat dan minat siswa di berbagai bidang.

Ia berharap keberhasilan ini dapat menularkan energi positif serta inspirasi bagi seluruh warga sekolah. Lebih dari sekadar perolehan medali, hasil ini juga menjadi bahan evaluasi konstruktif bagi manajemen sekolah untuk merancang sistem pembinaan ekstrakurikuler yang jauh lebih matang dan terstruktur pada masa depan.

Sebagai lembaga pendidikan yang bertekad melahirkan generasi unggul, SMA At-Tajdid Muhammadiyah Blora secara konsisten mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kurikulum modern. Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai program unggulan sekolah, seperti International Class Program (ICP), Trilingual Class, serta Bimbingan Kejuaraan yang disesuaikan dengan bakat spesifik siswa.

Melalui kombinasi kurikulum yang komprehensif dan lingkungan belajar yang kondusif, sekolah optimistis dapat terus memfasilitasi serta melejitkan potensi peserta didik. Harapannya, para siswa tidak hanya tangguh dalam ranah akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, karakter Islami yang kuat, serta keterampilan abad ke-21 yang siap bersaing di kancah nasional maupun internasional.


Kontributor: Alif Firmansyah

0Comments