BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Kultum Menjaga Keistiqamahan Ibadah Setelah Ramadhan

Kultum Menjaga Keistiqamahan Ibadah Setelah Ramadhan

Kultum Ba’da Sholat Subuh Masjid Taqwa Cepu – Selasa, 17 Maret 2026 bersama Ust. Nur Sahlul Mubarok, S.H.I., M.Pd.
Table of contents
×

Selasa pagi, 17 Maret 2026, jamaah Masjid Taqwa Cepu mengikuti kultum ba’da sholat Subuh yang disampaikan oleh Ust. Nur Sahlul Mubarok, S.H.I., M.Pd. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur kepada Allah Subhānahu wa Ta‘ālā atas segala nikmat yang telah diberikan, terutama nikmat iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan untuk menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan.

Shalawat dan salam juga senantiasa kita panjatkan kepada Nabi Muhammad Shallallāhu ‘alaihi wasallam, yang telah menjadi teladan dalam menjalankan kehidupan yang penuh dengan ketaatan kepada Allah.

Ramadhan Segera Berlalu, Ambil Pelajarannya

Dalam kultumnya, Ust. Nur Sahlul Mubarok mengingatkan bahwa bulan Ramadhan yang penuh keberkahan sebentar lagi akan meninggalkan kita. Dari bulan yang mulia ini banyak pelajaran yang dapat diambil oleh setiap muslim.

Di antara pelajaran tersebut adalah kesabaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam menjalankan ibadah. Selama Ramadhan, umat Islam dilatih untuk menahan hawa nafsu, menjaga waktu ibadah, serta meningkatkan hubungan dengan Allah.

Namun demikian, menurut beliau, hadiah terbesar dari Ramadhan bukan hanya ibadah selama satu bulan, tetapi bagaimana seorang muslim mampu tetap istiqamah dalam kebaikan setelah Ramadhan berakhir.

Keutamaan Istiqamah dalam Ketaatan

Allah Subhānahu wa Ta‘ālā berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
(QS. Fussilat: 30)

Artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ‘Tuhan kami adalah Allah,’ kemudian mereka tetap istiqamah, maka para malaikat akan turun kepada mereka (seraya berkata): ‘Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan kepadamu.’”

Maksud ayat:
Orang-orang yang beriman dan terus istiqamah dalam menjalankan perintah Allah akan mendapatkan ketenangan hati serta kabar gembira berupa surga dari Allah Subhānahu wa Ta‘ālā.

Amalan yang Perlu Dijaga Setelah Ramadhan

Dalam tausiyahnya, Ust. Nur Sahlul Mubarok juga menyampaikan beberapa amalan yang sebaiknya tetap dijaga setelah Ramadhan agar semangat ibadah tidak berhenti hanya pada bulan Ramadhan saja.

1. Menjaga sholat berjamaah tepat waktu

Sholat berjamaah merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Selama Ramadhan banyak umat Islam yang rajin ke masjid, dan kebiasaan baik ini hendaknya terus dipertahankan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
(HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya:
“Sholat berjamaah lebih utama daripada sholat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.”

2. Melanjutkan tilawah Al-Qur’an

Ramadhan dikenal sebagai bulan Al-Qur’an. Oleh karena itu, kebiasaan membaca Al-Qur’an hendaknya tidak berhenti setelah Ramadhan.

Allah berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ... يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ
(QS. Fathir: 29)

Artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah dan mendirikan sholat… mereka mengharapkan perdagangan yang tidak akan merugi.”

3. Menjaga lisan dan hati dari dosa

Selain menahan lapar dan dahaga, Ramadhan juga melatih umat Islam untuk menjaga ucapan serta menjauhi perbuatan yang dapat merusak pahala ibadah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
(HR. Bukhari)

Artinya:
“Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak membutuhkan ia meninggalkan makan dan minumnya.”

4. Membiasakan puasa sunnah

Setelah Ramadhan, umat Islam juga dianjurkan untuk melanjutkan ibadah puasa sunnah, seperti puasa Senin-Kamis atau puasa enam hari di bulan Syawal.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
(HR. Muslim)

Artinya:
“Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka seolah-olah ia berpuasa sepanjang tahun.”

5. Menjaga kebiasaan qiyamul lail

Sholat malam yang sering dilakukan selama Ramadhan juga hendaknya tetap dijaga meskipun tidak sebanyak di bulan Ramadhan.

Allah berfirman:

كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ
(QS. Adz-Dzariyat: 17)

Artinya:
“Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam.”

Penutup

Di akhir kultumnya, Ust. Nur Sahlul Mubarok mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Semangat ibadah yang telah dilatih selama sebulan hendaknya tetap dijaga dan dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga Allah Subhānahu wa Ta‘ālā memberikan kekuatan kepada kita semua untuk tetap istiqamah dalam ketaatan, menerima seluruh amal ibadah kita di bulan Ramadhan, serta menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang mendapatkan ampunan dan rahmat-Nya. Aamiin.

0Comments