Kultum Ba’da Sholat Subuh Masjid Taqwa Cepu – Sabtu, 7 Maret 2026
Sabtu pagi, 7 Maret 2026, jamaah Masjid Taqwa Cepu kembali mengikuti kultum ba’da sholat Subuh yang disampaikan oleh Ust. Muhammad Guntur Setyowento, S.Pd. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak jamaah untuk lebih menghargai waktu, khususnya di bulan Ramadhan, agar tidak termasuk golongan orang-orang yang merugi.
Mensyukuri Nikmat Iman dan Kesehatan
Kultum diawali dengan mengajak jamaah untuk senantiasa memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT atas nikmat iman, Islam, serta kesehatan sehingga masih diberi kesempatan untuk melaksanakan sholat Subuh berjamaah di masjid.
Beliau mengingatkan bahwa tidak semua orang mendapatkan kesempatan seperti ini. Karena itu, kehadiran jamaah di masjid merupakan nikmat besar yang patut disyukuri.
Bulan Ramadhan sendiri adalah momentum spiritual bagi umat Islam untuk memperbaiki diri. Pada hari-hari Ramadhan yang telah berjalan, umat Islam diharapkan semakin meningkatkan kualitas ibadah serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pentingnya Memanfaatkan Waktu
Dalam kultum tersebut, Ust. Guntur menekankan pentingnya memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Waktu merupakan nikmat besar yang sering kali tidak disadari oleh manusia.
Allah SWT bahkan bersumpah dengan waktu dalam Al-Qur’an, sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-‘Ashr:
وَالْعَصْرِ
إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
Artinya:
"Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran."
(QS. Al-‘Ashr: 1–3)
Maksud ayat:
Ayat ini menjelaskan bahwa manusia pada dasarnya berada dalam kerugian apabila tidak memanfaatkan waktunya dengan baik. Hanya ada empat golongan yang tidak merugi, yaitu orang yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran.
Berhati-hati dalam Memahami Ayat Al-Qur’an
Ust. Guntur juga mengingatkan pentingnya memahami ayat Al-Qur’an secara utuh dan tidak memotong ayat yang dapat menimbulkan kesalahpahaman.
Sebagai contoh dalam Surah Al-Ma’un, Allah SWT berfirman:
فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ
الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
Artinya:
"Maka celakalah orang-orang yang sholat, yaitu orang-orang yang lalai terhadap sholatnya."
(QS. Al-Ma’un: 4–5)
Maksud ayat:
Ayat ini bukan mencela orang yang sholat, melainkan orang yang lalai terhadap sholatnya, seperti menunda-nunda, tidak khusyuk, atau tidak menjaga kualitas ibadahnya.
Karena itu, umat Islam perlu berhati-hati dalam memahami dan menyampaikan ayat Al-Qur’an agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Saling Menasihati dalam Kebaikan
Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya saling menasihati dalam kebaikan. Surga Allah sangat luas dan tidak seharusnya seorang muslim hanya memikirkan keselamatan dirinya sendiri.
Sebaliknya, setiap muslim dianjurkan untuk mengajak keluarga, sahabat, dan masyarakat agar bersama-sama menjalankan kebaikan dan ketaatan kepada Allah.
Memahami Ujian sebagai Bentuk Kasih Sayang Allah
Dalam kehidupan, manusia juga tidak lepas dari ujian. Namun, ujian bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Justru ujian bisa menjadi tanda bahwa Allah SWT memperhatikan dan menguji keimanan hamba-Nya.
Allah SWT berfirman:
وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Artinya:
"Dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar."
(QS. Al-Baqarah: 155)
Maksud ayat:
Ayat ini menjelaskan bahwa ujian merupakan bagian dari kehidupan manusia. Melalui ujian tersebut, Allah menguji kesabaran dan keimanan hamba-Nya.
Penutup
Di akhir tausiyahnya, Ust. Guntur mengajak jamaah untuk memanfaatkan waktu Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Ramadhan adalah kesempatan berharga untuk memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, serta membiasakan amal-amal baik yang diharapkan terus berlanjut setelah Ramadhan berakhir.
Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang tidak merugi sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-‘Ashr, yaitu mereka yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini dan menjadikan kita hamba-hamba yang lebih baik. Aamiin.

0Comments