BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Kultum Keutamaan Doa di Bulan Ramadhan: Senjata Orang Mukmin yang Mustajab

Kultum Keutamaan Doa di Bulan Ramadhan: Senjata Orang Mukmin yang Mustajab

Pada Ahad pagi, 1 Maret 2026, ba’da sholat Shubuh di Masjid Taqwa Cepu, jamaah mendapatkan tausiyah yang penuh motivasi dari Ustadz Abdullah Wahab,
Table of contents
×

Pada Ahad pagi, 1 Maret 2026, ba’da sholat Shubuh di Masjid Taqwa Cepu, jamaah mendapatkan tausiyah yang penuh motivasi dari Ustadz Abdullah Wahab, S.Pd. Dalam kultumnya, beliau mengangkat tema tentang keutamaan doa di bulan Ramadhan sebagai senjata utama bagi seorang mukmin.

Beliau mengawali dengan mengingatkan bahwa doa merupakan inti dari ibadah. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa doa adalah “mukhul ibadah” (inti ibadah), yang menunjukkan betapa pentingnya seorang hamba untuk senantiasa bergantung kepada Allah ﷻ melalui doa.

Di bulan Ramadhan, kekuatan doa menjadi semakin istimewa. Hal ini karena kondisi orang yang berpuasa adalah kondisi yang sangat dekat dan dicintai oleh Allah ﷻ. Oleh karena itu, setiap doa yang dipanjatkan memiliki peluang besar untuk dikabulkan.

Salah satu dalil yang menunjukkan kedekatan Allah dengan hamba-Nya terdapat dalam , tepatnya pada ayat yang berada di tengah-tengah pembahasan tentang puasa:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku.”
(QS. Al-Baqarah: 186)

Ayat ini menegaskan bahwa Allah ﷻ sangat dekat dengan hamba-Nya, terlebih di bulan Ramadhan, sehingga tidak ada alasan bagi seorang mukmin untuk meninggalkan doa.

Selanjutnya, beliau menyampaikan hadis tentang tiga golongan yang doanya tidak tertolak. Rasulullah ﷺ bersabda:

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ لَا تُرَدُّ: دَعْوَةُ الْوَالِدِ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ

“Tiga doa yang tidak tertolak: doa orang tua, doa orang yang berpuasa, dan doa orang yang sedang dalam perjalanan (musafir).”
(HR. Al-Baihaqi)

Hadis ini menjadi motivasi besar bagi kita untuk memperbanyak doa, terutama saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Ustadz Abdullah Wahab juga menjelaskan beberapa waktu mustajab untuk berdoa yang sebaiknya dimanfaatkan oleh setiap muslim, di antaranya:

  • Waktu sahur, khususnya di sepertiga malam terakhir, saat Allah ﷻ membuka pintu ampunan dan mengabulkan doa hamba-Nya.
  • Sepanjang waktu berpuasa, karena setiap detik dalam kondisi menahan lapar dan haus bernilai ibadah.
  • Menjelang berbuka puasa, saat kondisi fisik melemah namun hati semakin tunduk kepada Allah ﷻ.
  • Malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan, penuh keberkahan dan pengabulan doa.

Sebagai penutup, beliau mengajak seluruh jamaah untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan emas di bulan Ramadhan ini. Perbanyaklah doa dengan penuh keikhlasan dan keyakinan, karena Allah ﷻ Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan setiap permohonan hamba-Nya.

Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang doanya diijabah dan mendapatkan keberkahan di bulan suci Ramadhan. Aamiin.

0Comments