Senin pagi, 16 Maret 2026, jamaah Masjid Taqwa Cepu mengikuti kultum ba’da sholat Subuh yang disampaikan oleh Ust. Drs. H. Mariya, M.Pd. Dalam tausiyahnya beliau mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa memanjatkan puji syukur kepada Allah Subhānahu wa Ta‘ālā atas segala nikmat yang terus diberikan dalam kehidupan, terutama nikmat iman, kesehatan, dan kesempatan untuk beribadah di bulan suci Ramadhan.
Beliau juga mengingatkan agar umat Islam senantiasa memperbanyak shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad Shallallāhu ‘alaihi wasallam, yang telah membawa umat manusia menuju jalan kebenaran.
Tabiat Manusia: Menyesal Setelah Kehilangan
Dalam kultumnya, Ust. Mariya menjelaskan bahwa sudah menjadi tabiat manusia untuk sering menyesal setelah sesuatu yang berharga hilang. Ketika sesuatu masih ada, terkadang manusia tidak terlalu memperhatikannya. Namun ketika telah pergi, barulah muncul penyesalan yang mendalam.
Hal yang sama juga bisa terjadi pada bulan Ramadhan. Ketika Ramadhan masih berlangsung, sebagian orang belum memanfaatkannya dengan sungguh-sungguh. Namun ketika Ramadhan hampir berakhir, barulah muncul penyesalan karena merasa kurang maksimal dalam beribadah.
Penyesalan di Akhirat
Beliau mengingatkan bahwa penyesalan yang paling berat adalah penyesalan ketika manusia telah meninggal dunia dan melihat kenyataan di akhirat. Pada saat itu manusia ingin kembali ke dunia untuk beramal saleh, namun kesempatan tersebut sudah tidak ada lagi.
Allah Subhānahu wa Ta‘ālā berfirman:
حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ
(QS. Al-Mu’minun: 99–100)
Artinya:
“Hingga apabila datang kematian kepada salah seorang dari mereka, dia berkata: ‘Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.’”
Maksud ayat:
Ayat ini menggambarkan penyesalan manusia setelah meninggal dunia karena tidak memanfaatkan waktu hidupnya untuk berbuat kebaikan.
Tiga Penyesalan Ketika Ramadhan Berakhir
Dalam tausiyahnya, Ust. Mariya menyampaikan bahwa ada beberapa penyesalan yang sering dirasakan ketika Ramadhan berakhir.
1. Penyesalan karena ibadah yang kurang bersungguh-sungguh
Sebagian orang menjalankan puasa dan ibadah lainnya, namun belum dilakukan dengan kesungguhan hati. Ketika Ramadhan berakhir, barulah muncul rasa menyesal karena tidak memaksimalkan kesempatan yang ada.
2. Penyesalan karena waktu yang terbuang
Ramadhan adalah kesempatan emas untuk memperbanyak amal, namun sering kali waktu habis untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Misalnya terlalu banyak menggunakan ponsel, menonton sesuatu yang tidak bernilai ibadah, atau terlalu sibuk dengan urusan dunia.
Padahal Allah mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu dengan baik.
Rasulullah ﷺ bersabda:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
(HR. Bukhari)
Artinya:
“Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya, yaitu kesehatan dan waktu luang.”
3. Penyesalan karena tidak tahu apakah akan bertemu Ramadhan berikutnya
Tidak ada seorang pun yang mengetahui apakah ia masih diberi kesempatan untuk bertemu Ramadhan tahun depan. Banyak orang yang dahulu bersama kita di Ramadhan sebelumnya, namun kini telah dipanggil oleh Allah.
Hal ini menjadi pengingat agar sisa waktu Ramadhan dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Pentingnya Mengakhiri Amal dengan Baik
Ust. Mariya juga mengingatkan bahwa amal sangat ditentukan oleh akhirnya. Oleh karena itu, meskipun di awal Ramadhan seseorang belum maksimal, masih ada kesempatan untuk memperbaiki ibadah di akhir Ramadhan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ
(HR. Bukhari)
Artinya:
“Sesungguhnya amal itu tergantung pada penutupnya.”
Memaksimalkan Sisa Ramadhan
Di akhir kultumnya, beliau mengajak jamaah untuk memanfaatkan sisa hari Ramadhan dengan memperbanyak ibadah, seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, beristighfar, memperbanyak doa, serta berusaha mencari malam Lailatul Qadar.
Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ adalah:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Semoga sisa Ramadhan yang masih ada dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga kita tidak termasuk orang yang menyesal ketika Ramadhan telah berlalu. Mudah-mudahan Allah Subhānahu wa Ta‘ālā menerima amal ibadah kita dan mengampuni dosa-dosa kita semua. Aamiin.

0Comments