CEPU – Majelis Tabligh dan Pustaka Informasi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cepu kembali menyelenggarakan Kajian Ahad Pagi pada hari Ahad, 9 Maret 2026. Bertempat di Masjid Al-Hikmah Cepu, kajian kali ini menghadirkan narasumber ustadz. Dr. H. Ahmad Hasan Asy'ari Ulama'i, M.Ag., yang mengupas tuntas makna Nuzulul Qur’an dalam kehidupan seorang Muslim.
Al-Qur’an sebagai Peta Jalan (Roadmap) Kehidupan
Dalam ceramahnya, Ustadz Ahmad Hasan menjelaskan bahwa peristiwa Nuzulul Qur’an bukan sekadar peringatan sejarah turunnya wahyu dari Allah SWT (Zat Yang Maha Tinggi) kepada manusia [06:41]. Beliau menganalogikan keberadaan Al-Qur’an seperti buku panduan bagi seseorang yang tersesat di tengah hutan. Tanpa pedoman, manusia akan hidup semaunya tanpa arah yang jelas [12:44].
Empat Tingkatan Membaca Al-Qur'an
Ustadz Ahmad Hasan menyoroti fenomena umat Islam yang sering kali baru sampai pada tahap "membunyikan" Al-Qur'an, bukan benar-benar "membaca". Beliau merinci empat tingkatan dalam berinteraksi dengan kitab suci:
- Talafuz (Melafalkan): Kemampuan sekadar membunyikan simbol huruf (seperti anak-anak TPQ), namun belum memahami maksud di baliknya [16:31].
- Qira’ah (Membaca Paham): Tingkatan di mana seseorang membaca dan memahami isi teks. Pada level ini, bunyi suara menjadi tidak terlalu penting karena fokusnya adalah penyerapan informasi ke dalam pikiran [21:00].
- Tartil (Membaca Seksama): Membaca dengan memperhatikan penggalan kata, titik, dan koma secara tepat (ilmu waqaf dan ibtida’) untuk menjaga kualitas makna agar tidak salah paham [30:57].
- Tilawah (Membaca dan Mengikuti): Tingkat tertinggi di mana seseorang membaca Al-Qur'an dan langsung menindaklanjutinya dengan perbuatan atau tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari [34:29].
Mengembalikan Fungsi Utama: Hudal Linas
Beliau juga mengingatkan agar umat Islam tidak terjebak pada fungsi-fungsi sekunder Al-Qur'an, seperti menjadikannya sekadar jimat, hiasan dinding, atau pengusir setan semata [41:20]. Meskipun hal tersebut diperbolehkan sebagai bentuk keberkahan, fungsi utama Al-Qur'an adalah sebagai Hudal Linas (petunjuk bagi manusia) [54:00].
"Al-Qur'an adalah obat penyakit hati seperti kikir dan sombong. Namun, jika kita hanya membunyikannya tanpa membaca maknanya, maka Al-Qur'an tidak akan mengubah perilaku kita," tegas Ustadz Ahmad Hasan [50:54].
Penutup
Kajian yang juga dimeriahkan dengan penampilan tahfiz surah At-Tin oleh adik-adik TK ABA 2 Cepu ini diakhiri dengan ajakan untuk meningkatkan budaya literasi Al-Qur'an [02:20]. Harapannya, melalui momen Ramadan dan Nuzulul Qur’an, jemaah dapat beralih dari sekadar mengejar pahala bacaan (muni) menuju pemahaman yang mendalam dan pengamalan yang nyata (tilawah).
*** Video Lengkap: Kajian Ahad Pagi PCM Cepu - 9 Maret 2026

0Comments