BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Semangat Berdakwah di Tengah Kondisi Kurang Sehat dalam Kultum Tarawih di Masjid Taqwa Cepu

Semangat Berdakwah di Tengah Kondisi Kurang Sehat dalam Kultum Tarawih di Masjid Taqwa Cepu

Kultum bakda sholat Tarawih di Masjid Taqwa Cepu pada Ahad malam berlangsung penuh hikmah dan inspirasi. Kultum disampaikan oleh Ust. Ahmad Furqony,
Table of contents
×

Cepu, 23 Februari 2026 — Kultum bakda sholat Tarawih di Masjid Taqwa Cepu  pada Ahad malam berlangsung penuh hikmah dan inspirasi. Kultum disampaikan oleh Ust. Ahmad Furqony, M.Pd.I, yang memberikan pesan mendalam tentang pentingnya semangat berdakwah dalam segala kondisi.

Dalam penyampaiannya, beliau mengawali dengan kisah pribadi yang menyentuh. Pada sore hari sebelum berbuka puasa, beliau merasakan kondisi tubuh yang kurang sehat. Namun, di tengah keadaan tersebut, beliau tetap berusaha mendekatkan diri kepada Allah dengan mengambil Al-Qur’an.

Saat membuka mushaf, beliau mendapati ayat dari Surah Luqman ayat 20 yang seakan menjadi penguat hati dan motivasi untuk tetap bersemangat. Firman Allah tersebut berbunyi:

أَلَمْ تَرَوْا أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُم مَّا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً ۗ وَمِنَ النَّاسِ مَن يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلَا هُدًى وَلَا كِتَابٍ مُّنِيرٍ
“Tidakkah kamu memperhatikan bahwa Allah telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Tetapi di antara manusia ada yang membantah tentang Allah tanpa ilmu, petunjuk, dan kitab yang memberi penerangan.”
(QS. Luqman: 20)

Dari ayat tersebut, beliau menegaskan bahwa begitu banyak nikmat Allah yang telah diberikan kepada manusia, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Maka, sudah sepantasnya setiap muslim senantiasa bersyukur dan tetap menjalankan kewajiban, termasuk berdakwah, meskipun dalam kondisi yang tidak selalu ideal.

Beliau juga menekankan bahwa dakwah bukan hanya tugas para ulama, tetapi menjadi tanggung jawab setiap muslim sesuai dengan kemampuan masing-masing. Bahkan dalam kondisi kurang sehat sekalipun, selama masih mampu, semangat untuk menyampaikan kebaikan tidak boleh padam.

Kisah yang disampaikan tersebut menjadi inspirasi bagi jamaah, bahwa Al-Qur’an tidak hanya sebagai bacaan, tetapi juga sebagai sumber kekuatan spiritual yang mampu menguatkan hati dan menumbuhkan semangat dalam menjalani kehidupan.

Di akhir kultum, beliau mengajak seluruh jamaah untuk terus menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an, terlebih di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, serta menjadikan setiap kondisi sebagai ladang amal dan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Kegiatan kultum Tarawih ini merupakan bagian dari pembinaan keislaman yang rutin dilaksanakan oleh warga muhammadiyah  Cepu, sebagai upaya memperkuat keimanan dan semangat dakwah di tengah masyarakat.

Dengan adanya kultum ini, diharapkan para jamaah semakin termotivasi untuk tetap istiqamah dalam beribadah dan berdakwah, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber kekuatan dalam setiap kondisi kehidupan.

0Comments