BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Ramadan sebagai Bukti Cinta Allah kepada Orang Beriman

Ramadan sebagai Bukti Cinta Allah kepada Orang Beriman

Ringkasan Kajian Ahad Pagi Masjid Al-Hikmah Cepu bersama Ust. H. Hartono, AI., S.Ag., MM. CEPU – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Majelis Tabl
Table of contents
×

 


Ringkasan Kajian Ahad Pagi Masjid Al-Hikmah Cepu bersama Ust. H. Hartono, AI., S.Ag., MM.

CEPU – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Majelis Tabligh serta Pustaka dan Informasi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cepu menyelenggarakan Kajian Ahad Pagi di Masjid Al-Hikmah, Cepu pada Ahad, 22 Februari 2026. Kajian kali ini menghadirkan Ust. H. Hartono, AI., S.Ag., MM. yang membedah esensi ibadah puasa sebagai bentuk kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya.

Dalam tausiyahnya, Ust. Hartono menekankan bahwa puasa Ramadan adalah instrumen khusus yang Allah berikan hanya kepada orang-orang beriman sebagai bukti cinta-Nya. Beliau menguraikan tiga alasan utama di balik hal tersebut:

1. Alat Pembeda Kualitas Iman

Ust. Hartono menjelaskan bahwa puasa Ramadan tidak diwajibkan kepada seluruh manusia atau sekadar orang Islam, melainkan spesifik bagi "orang yang beriman" (Ya ayyuhalladzina amanu). Beliau memberikan logika sederhana bahwa tidak semua orang Islam mampu naik kelas menjadi orang beriman [03:54].

Perbedaan mendasar terletak pada komitmen:

  • Islam: Cukup dengan syahadat secara lisan.

  • Iman: Meliputi keyakinan hati (tasdiq bil qalb), ikrar lisan, dan pembuktian melalui amal perbuatan (amal bil arkan) [07:22].

Beliau mengingatkan jamaah agar tidak hanya bangga dengan identitas Islam di KTP, tetapi harus mampu menghidupkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam keseharian sebagai bukti keimanan yang nyata.

2. Sarana Memperkaya Pahala dan Menghapus Dosa

Bukti cinta Allah yang kedua adalah dijadikannya Ramadan sebagai momen di mana umat beriman bisa "panen" pahala sekaligus "membersihkan" dosa. Ust. Hartono mengutip hadis bahwa saat Ramadan tiba, pintu surga dibuka lebar-lebar [24:26].

"Allah ingin mengayakan orang beriman dengan pahala dan memisinkkan mereka dari dosa-dosanya," ujar beliau [01:35]. Beliau mengajak jamaah untuk memaksimalkan ibadah seperti salat berjamaah di masjid, sedekah, dan tadarus agar saat bertemu Allah nanti, beban dosa sudah berkurang drastis.

3. Fasilitas Menuju Derajat Takwa

Tujuan akhir dari puasa adalah la'allakum tattaqun (agar kalian bertakwa). Ust. Hartono menjelaskan bahwa takwa adalah tingkat kemuliaan tertinggi di sisi Allah [35:25].

Beliau merinci empat perilaku utama sebagai wujud ketakwaan yang harus dipupuk selama Ramadan dan seterusnya:

  1. Mendirikan Salat (Inna Shalati): Terutama salat fardu tepat waktu di masjid sebagai wujud kepatuhan total [38:36].

  2. Berbuat Dermawan (Wanusuki): Memanfaatkan waktu, tenaga, ilmu, dan harta untuk agama dan sesama [44:15].

  3. Hidup Berlandaskan Halal (Wamahyaya): Memastikan apa yang dimakan dan diminum adalah halal, karena makanan haram akan merusak pola pikir dan perilaku manusia [48:17].

  4. Kesiapan Menghadapi Kematian (Wamamati): Menyadari bahwa hidup adalah titipan dan semua akan kembali kepada Allah (Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun) dalam keadaan terbaik [54:17].

Penutup dan Ajakan Beramal

Di akhir kajian, Ust. Hartono mengajak jamaah untuk tidak hanya rajin ke masjid saat Ramadan saja, namun menjadikannya kebiasaan istiqomah. Beliau juga memberikan motivasi bagi jamaah untuk mendukung dakwah melalui infak dan sedekah, termasuk dukungan bagi pembangunan asrama pesantren dan santri yatim piatu [01:08:24].

Kajian ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh jamaah dipertemukan dengan Ramadan dalam kondisi kesehatan yang prima dan iman yang kuat.


Tonton selengkapnya di kanal YouTube Muhammadiyah Cepu:

Live Kajian Ahad Pagi - Ust. H. Hartono

0Comments