![]() |
| Bonding Ayah dan Anak Islam |
Anak dipandang sebagai amanat Allah yang memiliki hak melekat atas pengasuhan, perlindungan, dan pengembangan potensi spiritualnya. Ayah hadir bukan sekadar peran sosial, melainkan sebagai pendidik dan pelindung utama.
Benteng Terhadap Kelemahan
Allah SWT memerintahkan orang tua agar memiliki kekhawatiran yang konstruktif terhadap masa depan keturunannya. Hal ini tertuang dalam firman-Nya:
Ayat ini menegaskan bahwa kehadiran ayah dituntut menjadi benteng dari segala bentuk kelemahan, baik ekonomi, mental, sosial, maupun spiritual.
Hadir Melalui Mawaddah dan Rahmah
Keterlibatan langsung ayah dalam aktivitas harian, termasuk bermain, adalah ruang penting untuk menumbuhkan kelekatan emosional. Prinsip kasih sayang ini sejalan dengan spirit keluarga sakinah:
Perlindungan dari "Api Neraka" Kehidupan
Tanggung jawab pengasuhan bertujuan menjaga keluarga dari kesengsaraan dunia dan akhirat. Allah berfirman:
Ayah Sebagai Arsitek Peradaban
Secara filosofis, istilah ibn (anak) berasal dari kata bana–yabni yang bermakna membangun. Anak adalah bangunan peradaban, dan ayah berperan sebagai arsitek utamanya.
Melalui kedekatan emosional yang dibangun dengan kasih sayang, ayah menciptakan ruang aman bagi anak untuk tumbuh sesuai fitrahnya, melahirkan penghormatan terhadap hak hidup dan perkembangannya.
1. Pimpinan Pusat Muhammadiyah, “Tuntunan Menuju Keluarga Sakinah” (2015).
2. Pimpinan Pusat Muhammadiyah, “Fikih Perlindungan Anak” (2024).


0Comments