![]() |
| Hukum Mengazani Bayi Baru Lahir |
Kelahiran seorang anak selalu disambut dengan gembira disertai doa dan harapan. Di tengah ragam praktik di masyarakat, satu pertanyaan kerap muncul: apakah ketika anak lahir disunnahkan untuk diazani?
Anjuran Mendoakan Bayi
Hal pertama yang disepakati adalah anjuran mendoakan bayi agar mendapat keberkahan. Rasulullah SAW memberikan teladan nyata dalam hadis berikut:
Landasan Al-Qur'an
Doa perlindungan spiritual bagi bayi memiliki akar kuat, seperti doa istri Imran ketika melahirkan Maryam:
Tinjauan Hukum Azan di Telinga Bayi
Di sinilah letak diskusi ilmiah para ulama. Dalam masyarakat Muslim, azan sering dianggap sunnah, namun kajian mendalam menunjukkan hal berbeda terkait kekuatan dalilnya.
Catatan Penting:
Muhammadiyah dalam buku Tanya Jawab Agama menjelaskan bahwa hadis riwayat Abu Dawud di atas dinilai lemah (dhaif). Oleh karena itu, praktik ini tidak dapat ditegaskan sebagai sunnah yang mapan atau normatif.
Muncul penjelasan bahwa azan tersebut kemungkinan adalah azan salat, karena kelahiran Hasan bertepatan dengan masuknya waktu salat, bukan ritual khusus kelahiran.
Kesimpulan: Mengutamakan Substansi
Islam menekankan substansi pendidikan iman sejak dini. Meskipun azan di telinga bayi berada di wilayah ikhtilaf (perbedaan pendapat), nilai tauhid tetaplah yang utama.
Perlindungan dari setan, doa keberkahan, pemberian nama yang baik, dan pengasuhan penuh kesadaran tauhid memiliki landasan dalil yang jauh lebih kokoh dibandingkan ritual azan saat lahir.


0Comments