BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Menyongsong Ramadan dengan Penuh Suka Cita dan Persiapan Matang - Kajian Ahad Pagi Muhammadiyah Cepu

Menyongsong Ramadan dengan Penuh Suka Cita dan Persiapan Matang - Kajian Ahad Pagi Muhammadiyah Cepu

Oleh: Dr. Ahmad Suharto, M.Ag. (Masjid Al-Hikmah Cepu, 15 Februari 2026) Dalam kajian "Kuliah Ahad Pagi" yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh PCM
Table of contents
×

Oleh: Dr. Ahmad Suharto, M.Ag. (Masjid Al-Hikmah Cepu, 15 Februari 2026)

​Dalam kajian "Kuliah Ahad Pagi" yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cepu, Dr. Ahmad Suharto, M.Ag. memberikan pembekalan khusus bagi jamaah untuk menyambut (tarhib) bulan suci Ramadan. Beliau menekankan bahwa Ramadan adalah karunia istimewa bagi umat Nabi Muhammad SAW yang usianya relatif pendek, sebagai sarana untuk mengejar kualitas amal.

​Berikut adalah poin-poin utama dalam persiapan menyambut Ramadan yang disampaikan:

1. Membangun Niat dan Azam yang Kuat

​Persiapan pertama dimulai dari hati. Setiap Muslim hendaknya memiliki azam (niat yang bulat) untuk meningkatkan kualitas ibadah. Dr. Ahmad Suharto mengingatkan agar kita memperlakukan Ramadan tahun ini seolah-olah sebagai Ramadan terakhir kita (Ramadan al-Muwadda'), agar muncul kekhusyukan dan kesungguhan yang maksimal [35:44].

2. Tazkiyatun Nufus (Penyucian Jiwa)

​Sebelum memasuki bulan suci, hendaknya kita melakukan "bersih-bersih" diri melalui Taubatan Nasuha.

  • Meninggalkan Dosa: Segera berhenti dari kebiasaan buruk dan maksiat.
  • Menyelesaikan Hak Sesama Manusia: Mumpung masih ada waktu sebelum Ramadan, tuntaskan segala persoalan dengan keluarga, tetangga, atau teman. Mintalah maaf dan halalkan segala kesalahan agar tidak menjadi beban di akhirat kelak [54:33].

3. Menyusun Program Ibadah yang Terencana

​Beliau menyarankan jamaah untuk memiliki target yang jelas selama Ramadan, di antaranya:

  • Syahrul Qur’an (Bulan Al-Qur'an): Minimal mengkhatamkan Al-Qur'an satu kali selama bulan Ramadan dan mulai meluangkan waktu untuk mentadaburi maknanya [57:00].
  • Qiyam Ramadan: Menjaga salat tarawih dan menghidupkan malam dengan salat tahajud serta istigfar di waktu sahur [01:08:29].
  • Kedermawanan (Syahrul Jud): Meneladani Nabi SAW yang paling dermawan di bulan Ramadan, misalnya dengan memberikan makanan berbuka (iftar) kepada orang lain, yang pahalanya setara dengan orang yang berpuasa tersebut [01:16:41].

4. Fokus Memakmurkan Masjid

​Kunci sukses Ramadan kali ini adalah dengan menjadi generasi yang hatinya terpaut pada masjid. Dr. Ahmad Suharto mengajak jamaah untuk menjaga salat lima waktu secara berjamaah, terutama Isya dan Subuh, karena pahalanya sangat besar setara dengan menghidupkan malam dengan ibadah [01:09:53].

Kesimpulan

​Sangat rugi bagi seseorang jika Ramadan datang dan berlalu begitu saja tanpa ia mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Oleh karena itu, persiapan fisik, mental, dan spiritual sangat diperlukan agar kita dapat meraih derajat takwa di akhir bulan suci nanti.

Link Video: Live Kajian Ahad Pagi - Muhammadiyah Cepu


0Comments