BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Meneguhkan Tauhid dan Keikhlasan dalam Beragama - Ust. Drs. Najamansah

Meneguhkan Tauhid dan Keikhlasan dalam Beragama - Ust. Drs. Najamansah

Refleksi Kultum Bakda Subuh di Masjid Taqwa Cepu Selasa, 24 Februari 2026, suasana pagi yang sejuk menyelimuti Masjid Taqwa Cepu. Usai pelaksanaan sh
Table of contents
×

Refleksi Kultum Bakda Subuh di Masjid Taqwa Cepu

Selasa, 24 Februari 2026, suasana pagi yang sejuk menyelimuti Masjid Taqwa Cepu. Usai pelaksanaan shalat Subuh berjamaah, jamaah mendapatkan siraman rohani melalui kultum yang disampaikan oleh Ust. Drs. H. Najamansah. Dalam penyampaiannya, beliau mengajak jamaah untuk semakin menguatkan tauhid, keikhlasan, dan rasa syukur atas nikmat Islam.

Nikmat Allah yang Luas dan Wajib Disyukuri

Allah ﷻ adalah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Nikmat-Nya diberikan kepada seluruh manusia, baik yang taat maupun yang ingkar. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita senantiasa bersyukur. Allah berfirman:

وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ
“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. An-Nahl: 18)

Nikmat terbesar yang patut kita syukuri adalah nikmat iman dan Islam, karena tidak semua orang mendapat hidayah tersebut.

Islam adalah Agama Tauhid

Dalam kultum tersebut ditegaskan bahwa Islam bukan sekadar identitas, melainkan ajaran tauhid yang telah dibawa oleh seluruh nabi dan rasul. Allah ﷻ berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ
“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya: bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku.”
(QS. Al-Anbiya: 25)

Hal ini menunjukkan bahwa seluruh nabi, dari Nabi Adam hingga Nabi Muhammad ﷺ, membawa ajaran yang sama, yaitu mentauhidkan Allah.

Keutamaan Keikhlasan dalam Beragama

Keikhlasan menjadi kunci utama diterimanya amal ibadah. Dalam Al-Qur’an disebutkan:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ
“Padahal mereka hanya diperintahkan untuk menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama.”
(QS. Al-Bayyinah: 5)

Seorang muslim hendaknya senantiasa memperbarui niat dan keimanannya, serta ridha bahwa Allah adalah Rabb-nya, Islam sebagai agamanya, dan Nabi Muhammad ﷺ sebagai utusannya.

Al-Qur’an sebagai Pedoman Hidup

Akhlak Rasulullah ﷺ adalah Al-Qur’an, sebagaimana kesaksian para sahabat. Hal ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Allah ﷻ juga menegaskan tentang keesaan-Nya dalam surat Al-Ikhlas:

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ۝ اللَّهُ الصَّمَدُ ۝ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ۝ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
“Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan-Nya.”
(QS. Al-Ikhlas: 1–4)

Ayat ini menjadi dasar kuat dalam membangun akidah yang lurus.

Iman yang Kokoh Seperti Pohon yang Baik

Di akhir penyampaian, jamaah diajak untuk menjaga dan memupuk iman agar semakin kuat. Allah menggambarkan iman seperti pohon yang kokoh:

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ
“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya menjulang ke langit.”
(QS. Ibrahim: 24)

Iman yang kuat akan melahirkan akidah yang kokoh, ibadah yang istiqamah, dan akhlak yang mulia.

Penutup

Kultum ini menjadi pengingat bagi seluruh jamaah bahwa Islam adalah nikmat besar yang harus dijaga dengan tauhid, keikhlasan, dan amal saleh. Semoga kita termasuk hamba-hamba yang senantiasa bersyukur dan istiqamah di jalan Allah.

Wallahu a’lam bish-shawab.

0Comments