Makna Ikhlas dalam Ketetapan Allah
Ikhlas adalah keadaan hati yang murni dalam menerima dan menjalankan ketetapan dari Allah, baik berupa kesenangan maupun ujian. Ikhlas dalam menerima ketetapan Allah merupakan wujud kepasrahan dan keimanan seorang Muslim kepada Sang Pencipta. Hal ini termasuk dalam karakteristik seorang mukmin sejati yang selalu bertawakal, bersabar, dan meyakini bahwa setiap kejadian memiliki hikmah yang telah ditetapkan oleh Allah.
Ikhlas menerima ketetapan Allah, baik berupa kesenangan maupun ujian, merupakan bentuk keimanan dan ketundukan kepada-Nya. Setiap kejadian yang terjadi pada diri manusia adalah ketetapan Allah yang wajib diterima dengan penuh kerelaan hati, tanpa menyoal mengapa dan bagaimana, sebab semuanya sudah diatur oleh Allah Yang Maha Bijaksana.
وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَࣖ
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: 216)
Dalam kehidupan, sering kali manusia merasa berat menerima musibah dan bertanya-tanya mengapa Allah memberikan ujian tersebut. Padahal, boleh jadi di balik musibah yang kita rasakan terdapat hikmah besar yang sedang Allah hadirkan. Allah tidak mungkin menghadirkan sesuatu kecuali atas izin dan kehendak-Nya.
مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِۗ وَمَنْ يُّؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ يَهْدِ قَلْبَهٗۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah. Barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
(QS. At-Taghabun: 11)
Allah juga menegaskan bahwa setiap ketetapan-Nya telah disesuaikan dengan kemampuan hamba-Nya.
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَاۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْۗ
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
(QS. Al-Baqarah: 286)
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah telah mengatur ketetapan sesuai kemampuan hamba-Nya. Dengan demikian, ikhlas menerima segala ketetapan Allah menunjukkan keyakinan bahwa setiap ujian pasti dapat dihadapi dengan pertolongan dan izin-Nya.
Tidak mungkin Allah memberikan sesuatu yang menurut kita terasa sangat berat, kecuali karena Allah sedang menyiapkan kita menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih baik di masa depan. Semakin kita ridha terhadap ketentuan Allah, semakin besar pula ridha Allah kepada kita. Sebaliknya, ketika kita membenci ketentuan-Nya, dikhawatirkan hal itu justru mendatangkan murka Allah. Oleh karena itu, setiap saat kita diajak untuk belajar membuka hati, melapangkan perasaan, dan menerima ketentuan Allah dengan penuh keikhlasan.
Hikmah Sikap Ikhlas dalam Kehidupan
1. Ketenangan Hati dan Kedamaian Jiwa
Ikhlas dalam menghadapi segala peristiwa membuat seseorang lebih tenang dan damai. Orang yang ikhlas akan terhindar dari kekecewaan, kecemasan, dan kemarahan berlebihan, karena hatinya bersandar penuh kepada Allah. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.
2. Meningkatkan Ketakwaan dan Ketaatan kepada Allah
Sikap ikhlas menjadikan seseorang lebih dekat kepada Allah dan menguatkan ketakwaannya. Amal ibadah dilakukan semata-mata untuk mencari ridha Allah, bukan pujian manusia. Dalam Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah ditegaskan bahwa ikhlas merupakan dasar utama setiap amal seorang Muslim.
3. Memperoleh Ridha Allah dan Pahala Berlipat Ganda
Orang yang ikhlas akan mendapatkan pahala dan kecintaan dari Allah. Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِيَّ الْغَنِيَّ الْخَفِيَّ
“Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, merasa cukup, dan tidak menampakkan diri.”
(HR. Muslim No. 2965)
4. Menguatkan Pribadi yang Sabar dan Tabah dalam Ujian
Keikhlasan membuat seseorang kuat dalam bersabar dan tidak mudah tergoyahkan saat menghadapi ujian hidup. Ia meyakini bahwa setiap ujian adalah jalan menuju kebaikan dan peningkatan derajat di sisi Allah.
5. Memperoleh Kemuliaan di Mata Manusia dan Memperbaiki Hubungan Sosial
Sikap ikhlas dalam berbuat baik tanpa pamrih akan melahirkan penghormatan dan kecintaan dari sesama. Kehadirannya menjadi teladan yang menyejukkan di tengah masyarakat.
6. Memudahkan Terkabulnya Doa dan Harapan
Keikhlasan dalam beramal dan berdoa menjadi sebab dikabulkannya doa. Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبَلُ مِنْ الْعَمَلِ إِلَّا مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا وَابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ
“Sesungguhnya Allah tidak menerima suatu amal kecuali yang dilakukan dengan ikhlas dan mengharap wajah-Nya.”
(HR. An-Nasa’i)
7. Menjaga dari Sifat Riya’ dan Penyakit Hati
Ikhlas menjaga hati dari sifat riya’, ujub, dan penyakit hati lainnya yang dapat merusak amal. Fokus seorang Muslim yang ikhlas hanyalah Allah semata.
Penutup
Melalui kajian Ahad pagi ini, jamaah diajak untuk semakin menyadari bahwa ikhlas dalam menerima ketetapan Allah adalah kunci ketenangan dan kekuatan hidup seorang mukmin. Kajian ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran jamaah untuk selalu ridha, sabar, dan tawakal dalam setiap keadaan, baik saat lapang maupun sempit.
Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita semua untuk menjadi hamba-hamba-Nya yang ikhlas dalam iman, amal, dan kehidupan sehari-hari.

0Comments