BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Hakikat Penciptaan Manusia: Proses, Tugas, dan Tujuan Hidup di Dunia

Hakikat Penciptaan Manusia: Proses, Tugas, dan Tujuan Hidup di Dunia

Kajian Ahad pagi yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh dan Pustaka Informasi kembali berlangsung dengan khidmat pada Ahad, 8 Februari 2026, bertem
Table of contents
×

Kajian Ahad pagi yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh dan Pustaka Informasi kembali berlangsung dengan khidmat pada Ahad, 8 Februari 2026, bertempat di Masjid Al-Hikmah Cepu. Kajian ini menghadirkan pemateri Ustadzah Nanik Yuliastuti, S.Ag, yang menyampaikan materi bertema “Hakikat Penciptaan Manusia: Proses, Tugas, dan Tujuan Hidup Manusia di Dunia”.

Kegiatan kajian ini disupport penuh oleh Lazismu KLC Cepu.

Manusia Diciptakan dalam Bentuk yang Paling Sempurna

Dalam pemaparannya, Ustadzah Nanik Yuliastuti menjelaskan bahwa manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang memiliki keistimewaan dibandingkan makhluk lainnya. Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling sempurna, baik secara fisik maupun potensi yang ada di dalam dirinya.

Allah SWT berfirman:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”
(QS. At-Tin: 4)

Ayat ini menegaskan bahwa kesempurnaan manusia bukan hanya pada bentuk jasadnya, tetapi juga pada potensi akal, ruh, dan hati yang dianugerahkan Allah sebagai bekal menjalani kehidupan.

Manusia sebagai Khalifah di Muka Bumi

Selain diciptakan dalam bentuk terbaik, manusia juga memiliki tugas besar sebagai khalifah di muka bumi, yaitu mengelola, memakmurkan, dan menjaga bumi sesuai dengan ketentuan Allah.

Allah SWT berfirman:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً
“Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi.’”
(QS. Al-Baqarah: 30)

Sebagai khalifah, manusia tidak boleh bertindak sewenang-wenang, melainkan harus menjunjung nilai keadilan, amanah, dan tanggung jawab dalam setiap aspek kehidupan.

Tujuan Utama Penciptaan Manusia: Beribadah kepada Allah

Ustadzah Nanik juga menegaskan bahwa tujuan utama penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Seluruh aktivitas kehidupan sejatinya harus bernilai ibadah apabila dilakukan sesuai tuntunan syariat dan diniatkan karena Allah.

Allah SWT berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”
(QS. Adz-Dzariyat: 56)

Ibadah tidak terbatas pada shalat, puasa, dan ibadah ritual lainnya, tetapi mencakup seluruh amal perbuatan yang diniatkan untuk mencari ridha Allah.

Unsur-Unsur dalam Diri Manusia

Dalam kajian tersebut juga dijelaskan bahwa manusia terdiri dari beberapa unsur utama yang saling berkaitan, yaitu:

  1. Jasad, sebagai unsur fisik yang berasal dari tanah.
  2. Ruh, sebagai unsur kehidupan yang ditiupkan langsung oleh Allah.
  3. Akal, sebagai alat berpikir dan membedakan antara yang benar dan salah.
  4. Jiwa (nafs), yang menjadi pusat dorongan dan keinginan manusia.
  5. Hati (qalb), sebagai pusat iman, niat, dan keikhlasan.

Keseimbangan antara unsur-unsur tersebut sangat penting agar manusia mampu menjalankan perannya sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi dengan baik.

Penutup

Melalui kajian Ahad pagi ini, jamaah diajak untuk kembali merenungi hakikat penciptaan manusia, memahami tugas dan tanggung jawabnya di dunia, serta meluruskan tujuan hidup agar senantiasa bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Diharapkan kajian ini dapat menumbuhkan kesadaran spiritual dan meningkatkan kualitas iman serta amal jamaah dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga Allah SWT membimbing kita semua untuk menjadi manusia yang mampu menjalankan peran sebagai hamba yang taat dan khalifah yang amanah di muka bumi.

0Comments