BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Al-Qur'an sebagai pedoman dan petunjuk sepanjang masa - Ust. Abdullah Wahab, S.Pd

Al-Qur'an sebagai pedoman dan petunjuk sepanjang masa - Ust. Abdullah Wahab, S.Pd

beliau menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan petunjuk hidup sepanjang masa yang tidak akan pernah lekang oleh waktu. Di dalamnya tidak terdapat keragua
Table of contents
×

Masjid Al Amin Tambakromo Cepu, Kamis 26 Februari 2026

Kegiatan kultum bakda sholat tarawih di Masjid Al Amin Tambakromo Cepu pada Kamis, 26 Februari 2026 berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Kultum kali ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah Wahab, S.Pd.I dengan mengangkat tema penting tentang Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat manusia.

Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan petunjuk hidup sepanjang masa yang tidak akan pernah lekang oleh waktu. Di dalamnya tidak terdapat keraguan sedikit pun, dan ia menjadi pedoman utama bagi orang-orang yang bertakwa.

Hal ini sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ
“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 2)

Beliau juga mengingatkan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa, karena di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia serta pembeda antara yang hak dan yang batil.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).”
(QS. Al-Baqarah: 185)

Lebih lanjut, Ustadz Abdullah Wahab menyampaikan bahwa ada tiga amalan utama yang harus dilakukan oleh seorang muslim terhadap Al-Qur’an, khususnya di bulan Ramadhan:

1. Membaca Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an merupakan ibadah yang sangat dianjurkan, terlebih di bulan Ramadhan. Setiap huruf yang dibaca akan bernilai pahala yang berlipat ganda.

2. Mentadabburi Al-Qur’an
Tidak cukup hanya membaca, seorang muslim juga harus berusaha memahami dan merenungi makna ayat-ayat Al-Qur’an agar dapat mengambil pelajaran dan hikmah dari setiap kandungannya.

3. Mengamalkan Al-Qur’an
Puncak dari interaksi dengan Al-Qur’an adalah mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an harus tercermin dalam sikap, perilaku, dan keputusan hidup.

Melalui kultum ini, jamaah diingatkan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar untuk dibaca, tetapi juga untuk dipahami dan diamalkan. Dengan demikian, kehidupan seorang muslim akan senantiasa berada dalam bimbingan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kegiatan kultum ditutup dengan harapan agar seluruh jamaah dapat menjadikan momentum Ramadhan sebagai sarana untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an, sehingga mampu meraih derajat ketakwaan yang hakiki.

0Comments