BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Menentukan Arah Perjalanan: Mengapa Dunia Bukan Tempat Bersandar?

Menentukan Arah Perjalanan: Mengapa Dunia Bukan Tempat Bersandar?

Renungan motivasi Islam tentang hakikat dunia, keterlambatan yang membawa berkah, dan pentingnya menyiapkan bekal sebelum perjalanan hidup berakhir.
Table of contents
×
Motivasi Islam tentang Dunia dan Bekal Akhirat

Dalam hiruk-pikuk kehidupan modern, kita sering kali terjebak dalam perlombaan yang tidak ada ujungnya. Kita mengejar pencapaian, menumpuk harta, dan merasa cemas jika tertinggal barang selangkah dari orang lain. Namun, di tengah ambisi tersebut, pernahkah kita bertanya: ke mana sebenarnya arah perjalanan ini?

Dunia: Ladang Usaha, Bukan Sandaran Hati

Dunia memang harus diusahakan dengan sebaik-baiknya ikhtiar. Namun, ada satu kaidah yang perlu kita tanamkan dalam jiwa: Dunia tidak layak dijadikan sandaran. Jika kita bersandar pada sesuatu yang fana, maka kita akan ikut hancur saat sesuatu itu sirna.

"Dunia memang harus diusahakan, tapi tidak layak dijadikan sandaran. Tidak semua keterlambatan adalah kerugian, dan tidak semua keberhasilan adalah keselamatan."

Memaknai Keterlambatan dan Keberhasilan

Seringkali kita merasa rugi ketika keinginan kita terlambat terwujud. Padahal, bisa jadi keterlambatan itu adalah cara Allah menyelamatkan kita dari sesuatu yang buruk. Sebaliknya, tidak semua keberhasilan duniawi adalah tanda keselamatan; bisa jadi itu adalah ujian (*istidraj*) yang membuat kita semakin jauh dari-Nya.

Allah SWT berfirman mengenai hakikat kesenangan dunia yang menipu:

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

"Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu."
(QS. Ali 'Imran: 185)

Mengejar Ketertinggalan yang Abadi

Tertinggal urusan dunia—seperti jabatan, tren, atau kekayaan—masih bisa dikejar di lain waktu. Namun, menghadap Allah tanpa membawa bekal iman dan amal shalih adalah sebuah kerugian yang tidak bisa diulang dan tidak bisa diperbaiki.

Rasulullah SAW mengingatkan kita untuk menjadi orang yang cerdas dengan menyiapkan bekal sebelum ajal menjemput:

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ

"Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati."
(HR. Tirmidzi)

Kesimpulan: Memperbaiki Arah Sebelum Sampai

Semoga kita diberi kesadaran untuk terus memperbaiki arah perjalanan kita. Sebelum kaki ini benar-benar sampai di ujung perjalanan dunia, mari kita pastikan bahwa setiap langkah kita tidak hanya menjauhkan kita dari garis start dunia, tetapi semakin mendekatkan kita kepada ridha Allah SWT.


Keywords: Motivasi Islam tentang Dunia, Bekal Akhirat, Hakikat Kehidupan, Renungan Kematian, QS Ali Imran 185, Hadits Orang Cerdas, Keselamatan Akhirat.

Tags: #MotivasiIslam #SelfImprovement #HakikatDunia #BekalAkhirat #RenunganHarian #DakwahDigital

0Comments