![]() |
| Ilustrasi memperbaiki hubungan silaturahmi antar muslim. |
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالْإِصْلَاحِ بَيْنَ النَّاسِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلَى الْتَّأَلُّفِ وَالْإِخَاءِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.
"Segala puji bagi Allah yang memerintahkan kita untuk melakukan perbaikan di antara manusia. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan-Nya yang menyeru pada persatuan dan persaudaraan. Ya Allah, limpahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya."
Hablum Minannas: Pilar Kesalehan yang Terlupakan
Jamaah yang dimuliakan Allah, sering kali kita terlalu fokus memperbaiki hubungan dengan Allah (Hablum Minallah) melalui shalat dan puasa, namun kita lalai memperbaiki hubungan dengan sesama manusia (Hablum Minannas). Padahal, Islam mengajarkan bahwa kesalehan seorang hamba tidak akan sempurna jika hatinya masih menyimpan dendam, permusuhan, atau memutuskan tali silaturahmi.
Ramadhan adalah waktu yang paling tepat untuk melakukan isllah (perbaikan). Jangan sampai puasa kita yang melelahkan ini tertahan pahalanya di langit hanya karena ada sengketa yang belum selesai di bumi.
Perintah Memperbaiki Hubungan dalam Al-Qur'an
Allah SWT menegaskan bahwa orang-orang beriman itu bersaudara, dan mendamaikan perselisihan adalah bukti ketakwaan:
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat."
(QS. Al-Hujurat: 10)
Bahaya Mendiamkan Saudara Lebih dari Tiga Hari
Memiliki selisih paham adalah hal manusiawi, namun memeliharanya hingga menjadi permusuhan yang berlarut-larut adalah hal yang dilarang keras oleh Rasulullah SAW. Beliau bersabda:
لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ
"Tidak halal bagi seorang Muslim untuk mendiamkan (memutuskan hubungan) dengan saudaranya lebih dari tiga malam."
(HR. Bukhari & Muslim)
Langkah Nyata Memperbaiki Hubungan
Bagaimana cara kita memulai perbaikan hubungan ini? Ada tiga langkah sederhana:
- Membuang Gengsi: Jadilah orang pertama yang mengucap salam atau meminta maaf, karena dialah yang terbaik di mata Allah.
- Saling Mendoakan: Doakan kebaikan bagi orang yang menyakiti kita. Ini adalah obat paling ampuh untuk melunakkan hati yang keras.
- Silaturahmi: Manfaatkan momentum Ramadhan untuk mengunjungi atau sekadar memberi kabar kepada kerabat yang sudah lama tidak bertegur sapa.
Kesimpulan
Ibadah puasa mengajarkan kita menahan amarah. Jika kita bisa menahan lapar dari subuh hingga maghrib, kita pun seharusnya bisa menahan ego untuk meminta maaf atau memberi maaf. Mari kita bersihkan hati, sambung kembali tali yang putus, agar keberkahan Ramadhan mengalir sempurna ke dalam jiwa kita.
اَللّٰهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِنَا وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
"Ya Allah, lembutkanlah hati-hati kami, perbaikilah hubungan di antara kami, dan tunjukkanlah kami jalan-jalan keselamatan. Ya Tuhan kami, berikanlah kebaikan di dunia dan akhirat. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."


0Comments