![]() |
| Materi Kultum Memanfaatkan Waktu dengan Amal Shalih. |
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْوَقْتَ نِعْمَةً عَظِيْمَةً، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلَى اغْتِنَامِ الْفُرَصِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.
"Segala puji bagi Allah yang menjadikan waktu sebagai nikmat yang agung. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah hamba serta utusan-Nya yang menyeru untuk mempergunakan kesempatan. Ya Allah, limpahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya."
Waktu: Modal Utama Seorang Mukmin
Jamaah yang dirahmati Allah, dalam Islam, waktu bukan sekadar "uang", melainkan kesempatan yang tidak akan pernah kembali. Seringkali kita lalai dan membiarkan menit demi menit berlalu tanpa nilai ibadah. Padahal, setiap detik yang kita lalui akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah SWT.
Memanfaatkan waktu dengan amal shalih adalah ciri hamba yang beruntung. Sebaliknya, membiarkan waktu terbuang untuk hal yang sia-sia adalah kerugian yang nyata, terutama di bulan yang penuh berkah seperti Ramadhan ini.
Peringatan Allah dalam Surah Al-Ashr
Allah SWT bersumpah demi waktu untuk menunjukkan betapa krusialnya durasi hidup manusia di dunia:
وَالْعَصْرِۙ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ
"Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan."
(QS. Al-'Ashr: 1-3)
Dua Nikmat yang Sering Dilupakan
Rasulullah SAW mengingatkan kita bahwa ada dua nikmat yang seringkali membuat manusia tertipu karena merasa memiliki waktu yang lama, padahal keduanya sangat terbatas:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
"Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: nikmat sehat dan waktu luang."
(HR. Bukhari)
Cara Mengisi Waktu dengan Produktif
Agar waktu kita tidak terbuang sia-sia, mari terapkan prinsip berikut:
- Niatkan Setiap Aktivitas sebagai Ibadah: Bahkan tidur dan makan bisa menjadi amal shalih jika diniatkan agar kuat beribadah.
- Kurangi Hal yang Sia-sia (Laghwi): Hindari terlalu lama di media sosial atau mengobrol tanpa tujuan yang jelas.
- Manfaatkan "Waktu Sempit": Gunakan waktu menunggu atau di perjalanan untuk berdzikir atau mendengarkan kajian.
- Istiqomah dalam Amal Kecil: Allah lebih menyukai amal sedikit yang rutin daripada banyak namun hanya sesekali.
Kesimpulan
Waktu kita di dunia sangat singkat dibanding kekekalan akhirat. Jangan sampai kita menjadi golongan yang menyesal di kemudian hari karena melewatkan masa muda dan masa sehat tanpa timbangan amal yang berat. Mari kita bertekad untuk menjadikan setiap jam yang kita miliki sebagai batu bata untuk membangun istana kita di surga nanti.
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ أَعْمَارِنَا أَوَاخِرَهَا، وَخَيْرَ أَعْمَالِنَا خَوَاتِمَهَا، وَخَيْرَ أَيَّامِنَا يَوْمَ لِقَائِكَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
"Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umur kami pada ujungnya, sebaik-baik amal kami pada akhirnya, dan sebaik-baik hari kami adalah saat bertemu dengan-Mu. Ya Tuhan kami, berikanlah kebaikan di dunia dan akhirat. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."


0Comments