Cepu, Rabu, 28 Januari 2026 — RS PKU Muhammadiyah Cepu kembali menyelenggarakan kajian pembinaan karyawan yang bertempat di Aula RS PKU Cepu. Kajian ini menghadirkan pemateri Ustadz Aang Sudaryanto, S.Pd., yang menyampaikan materi tentang konsep ibadah dalam Islam, meliputi ibadah umum dan ibadah khusus, serta penjelasan mengenai ibadah mahdhah dan ghairu mahdhah, termasuk macam-macam sholat sunnah.
Kegiatan kajian diawali dengan tahsin bacaan Al-Qur’an Surah Al-Kahfi ayat 31–40, yang dipandu dengan penuh khidmat sebagai upaya memperbaiki dan membiasakan bacaan Al-Qur’an yang benar sesuai kaidah tajwid.
Ibadah dalam Perspektif Islam
Dalam pemaparannya, Ustadz Aang Sudaryanto menjelaskan bahwa ibadah dalam Islam memiliki makna yang sangat luas, tidak terbatas pada ritual tertentu saja. Ibadah mencakup seluruh aktivitas manusia yang diniatkan karena Allah dan dilakukan sesuai dengan tuntunan syariat.
Secara umum, ibadah dibagi menjadi dua kategori besar, yaitu ibadah umum dan ibadah khusus.
Ibadah Umum
Ibadah umum adalah segala bentuk aktivitas kehidupan sehari-hari yang dibolehkan oleh syariat, kemudian bernilai ibadah apabila disertai dengan niat yang ikhlas karena Allah dan dilakukan dengan cara yang baik serta tidak melanggar aturan agama.
Contoh ibadah umum antara lain:
- Bekerja dengan jujur dan profesional,
- Melayani pasien dengan penuh empati dan tanggung jawab,
- Menuntut ilmu,
- Menjaga kebersihan dan kesehatan,
- Menolong sesama.
Ustadz Aang menekankan bahwa bagi karyawan RS PKU Cepu, aktivitas bekerja dan melayani pasien dapat menjadi ibadah yang bernilai tinggi apabila diniatkan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah dan pelayanan kepada sesama manusia.
Ibadah Khusus
Ibadah khusus adalah ibadah yang telah ditentukan tata cara, waktu, dan ketentuannya secara jelas oleh syariat, serta tidak boleh ditambah atau dikurangi.
Contoh ibadah khusus meliputi:
- Sholat,
- Puasa,
- Zakat,
- Haji,
- Membaca Al-Qur’an.
Ibadah khusus menuntut ketepatan dalam pelaksanaan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ, karena bentuk ibadah ini bersifat tauqifi (harus ada dalilnya).
Ibadah Mahdhah dan Ghairu Mahdhah
Lebih lanjut, pemateri menjelaskan pembagian ibadah berdasarkan bentuk pelaksanaannya, yaitu ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdhah.
-
Ibadah Mahdhah
Ibadah mahdhah adalah ibadah yang murni hubungan antara hamba dengan Allah, dengan tata cara yang sudah baku dan tidak boleh diubah.
Contohnya:- Sholat wajib dan sunnah,
- Puasa Ramadhan dan sunnah,
- Zakat,
- Haji dan umrah.
-
Ibadah Ghairu Mahdhah
Ibadah ghairu mahdhah adalah aktivitas yang bersifat duniawi, namun dapat bernilai ibadah apabila diniatkan karena Allah dan sesuai dengan prinsip syariat.
Contohnya:- Bekerja mencari nafkah,
- Mengelola rumah tangga,
- Berinteraksi sosial,
- Aktivitas pelayanan kesehatan.
Macam-Macam Sholat Sunnah
Dalam kajian ini, Ustadz Aang Sudaryanto juga menjelaskan berbagai macam sholat sunnah yang dianjurkan dalam Islam, di antaranya:
-
Sholat Sunnah Rawatib
Sholat sunnah yang mengiringi sholat wajib, baik sebelum (qabliyah) maupun sesudah (ba’diyah). -
Sholat Dhuha
Sholat sunnah yang dikerjakan pada pagi hari setelah matahari naik, sebagai bentuk syukur dan ikhtiar memohon kelapangan rezeki. -
Sholat Tahajud
Sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah tidur, sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah dan memperkuat doa. -
Sholat Witir
Sholat sunnah penutup sholat malam dengan jumlah rakaat ganjil.. -
Sholat Istikharah
Sholat sunnah untuk memohon petunjuk Allah dalam menentukan pilihan penting dalam hidup. Dan sholat sunnah lainya.
Penutup
Kajian pembinaan karyawan ini memberikan pemahaman bahwa seluruh aspek kehidupan seorang Muslim dapat bernilai ibadah, baik ibadah yang bersifat ritual maupun aktivitas sehari-hari. Dengan memahami perbedaan antara ibadah umum dan khusus, serta ibadah mahdhah dan ghairu mahdhah, diharapkan karyawan RS PKU Muhammadiyah Cepu mampu menjadikan pekerjaan sebagai ladang amal dan meningkatkan kualitas ibadah secara menyeluruh.

0Comments