Cepu, Ahad 11 Januari 2026 — Majelis Tabligh dan Pustaka Informasi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cepu kembali menyelenggarakan Kajian Ahad Pagi yang bertempat di Masjid Al-Hikmah Cepu. Kajian kali ini menghadirkan pemateri Ustadz Luqman Hakim, Lc., MA, yang mengupas secara mendalam tema “Pemikiran Keagamaan K.H. Ahmad Dahlan”. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme jamaah, serta disupport penuh oleh Lazismu KLC Cepu.
Pembukaan dengan Tahsin Al-Qur’an
Kajian diawali dengan tahsin Surah At-Takatsur yang dipandu oleh Ustadz Abdullah Wahab. Kegiatan tahsin ini menjadi pembuka yang meneguhkan kembali pentingnya Al-Qur’an sebagai dasar utama dalam kehidupan beragama dan bermuhammadiyah.
Sekilas Biografi K.H. Ahmad Dahlan
Dalam pemaparannya, Ustadz Luqman Hakim menjelaskan bahwa K.H. Ahmad Dahlan merupakan salah satu ulama besar Indonesia sekaligus pendiri organisasi Muhammadiyah, yang kini menjadi salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Nama asli beliau adalah Muhammad Darwis. Ketika menunaikan ibadah haji, beliau mengganti namanya menjadi Ahmad Dahlan, sebagaimana tradisi ulama pada masa itu.
K.H. Ahmad Dahlan berhaji tidak hanya untuk menunaikan rukun Islam, tetapi juga menuntut ilmu. Sepulang dari Tanah Suci, beliau membawa pulang gagasan, pemikiran, dan semangat pembaruan Islam. Ustadz Luqman Hakim menyampaikan perbandingan yang menarik, bahwa jika dahulu K.H. Ahmad Dahlan pulang haji membawa ilmu, maka sebagian orang saat ini justru lebih sibuk membawa oleh-oleh, namun kurang membawa perubahan pemikiran dan amal.
Pelajaran Berharga dari K.H. Ahmad Dahlan
Pemateri menjelaskan bahwa K.H. Ahmad Dahlan meninggalkan warisan pemikiran yang sangat berharga, di antaranya tujuh falsafah hidup dan tujuh belas kelompok ayat Al-Qur’an yang menjadi dasar gerakan dakwah dan tajdid Muhammadiyah. Ajaran-ajaran ini menekankan keselarasan antara iman, ilmu, dan amal nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu metode dakwah K.H. Ahmad Dahlan yang sangat terkenal adalah pengajaran Al-Qur’an secara mendalam dan berulang. Beliau mengajarkan Surah Al-Ma’un selama tiga bulan dan Surah Al-‘Asr selama tujuh bulan. Metode ini sempat menuai protes, salah satunya dari Kiai Soedja’, yang mempertanyakan mengapa surat yang sama diajarkan berulang-ulang.
Namun K.H. Ahmad Dahlan dengan tegas menjawab bahwa Al-Qur’an bukan sekadar untuk dibaca dalam shalat, tetapi harus diamalkan secara nyata dalam kehidupan sosial. Surah Al-Ma’un, misalnya, harus diwujudkan dalam kepedulian terhadap fakir miskin, anak yatim, dan kaum dhuafa.
Dampak Nyata Ajaran Surah Al-Ma’un
Ajaran Surah Al-Ma’un yang ditekankan oleh K.H. Ahmad Dahlan bahkan mengguncang Kauman Yogyakarta, kemudian menyebar ke Jawa, Indonesia, hingga dunia. Dari pemahaman inilah lahir gerakan nyata Muhammadiyah yang hingga kini dikenal melalui pendirian panti asuhan, sekolah, rumah sakit, dan berbagai amal usaha lainnya sebagai wujud dakwah bil hal.
Ustadz Luqman Hakim menegaskan bahwa inilah bukti bahwa pemikiran keagamaan K.H. Ahmad Dahlan bersifat aplikatif, progresif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Kedalaman Intelektual K.H. Ahmad Dahlan
Selain itu, disampaikan pula bahwa K.H. Ahmad Dahlan merupakan ulama yang terbuka terhadap pemikiran Islam modern. Beliau mempelajari dan menelaah berbagai karya ulama pembaharu dunia Islam, seperti:
- Tafsir Al-Manar karya Rasyid Ridla
- Majalah Al-Manar dan Tafsir Juz ‘Amma karya Muhammad Abduh
- Kitab Al-‘Urwatul Wutsqa karya Jamaluddin Al-Afghani
Hal ini menunjukkan bahwa K.H. Ahmad Dahlan adalah sosok ulama yang berpikir maju, rasional, dan kontekstual, namun tetap berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Penutup
Kajian Ahad Pagi ini memberikan pemahaman yang mendalam kepada jamaah tentang pentingnya meneladani pemikiran dan perjuangan K.H. Ahmad Dahlan, khususnya dalam mengamalkan ajaran Islam secara nyata dan membumi. Dengan memahami warisan pemikiran beliau, diharapkan kader dan warga Muhammadiyah mampu melanjutkan semangat tajdid, dakwah, dan pengabdian untuk umat.
Kajian ditutup dengan doa bersama, memohon agar Allah SWT memberikan kekuatan dan keistiqomahan dalam mengamalkan nilai-nilai Islam berkemajuan sebagaimana dicontohkan oleh K.H. Ahmad Dahlan.
📍 Masjid Al-Hikmah Cepu
🗓️ Ahad, 11 Januari 2026
🤝 Disupport penuh oleh Lazismu KLC Cepu

0Comments