![]() |
| Menjaga Pahala Puasa |
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ الصَّوْمَ وِجَاءً، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقُ الْأَمِيْنُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.
"Segala puji bagi Allah yang menjadikan puasa sebagai perisai. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan-Nya yang terpercaya. Ya Allah, limpahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya."
Fenomena Puasa yang Sia-sia
Jamaah yang dirahmati Allah, puasa adalah ibadah yang sangat istimewa karena pahalanya langsung ditentukan oleh Allah SWT. Namun, ada satu kenyataan pahit yang pernah diingatkan oleh Rasulullah SAW, yaitu adanya orang-orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa pun di sisi Allah. Mereka telah bersusah payah menahan lapar sejak subuh hingga maghrib, tetapi tabungan pahalanya kosong.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini terjadi karena mereka hanya melakukan puasa secara lahiriah (menahan makan dan minum), namun tidak melakukan puasa secara batiniah (menahan kemaksiatan).
Peringatan Keras dari Rasulullah SAW
Rasulullah SAW memberikan peringatan yang sangat menggetarkan hati agar kita waspada terhadap kualitas puasa kita:
رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ
"Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali hanya rasa lapar dan dahaga."
(HR. Ahmad & Ibnu Majah)
Penyebab Utama Terhapusnya Pahala Puasa
Menurut para ulama, setidaknya ada beberapa hal yang dapat menghanguskan pahala puasa kita meskipun puasa kita secara hukum tetap sah:
- Lisan yang Tidak Terjaga: Ghibah (menggunjing), dusta, mencela, dan mengadu domba.
- Maksiat Mata: Melihat hal-hal yang tidak halal yang membangkitkan syahwat.
- Sifat Marah dan Emosional: Puasa seharusnya melatih kesabaran, bukan menjadi alasan untuk mudah tersinggung.
- Meninggalkan Shalat: Bagaimana mungkin mengejar amalan sunnah dan puasa, sementara tiang agama (shalat lima waktu) diabaikan?
Kewajiban Menjaga Ucapan
Nabi SAW juga menekankan bahwa Allah tidak membutuhkan puasa seseorang jika perilakunya tidak berubah:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
"Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh terhadap upayanya meninggalkan makan dan minumnya."
(HR. Bukhari)
Kesimpulan
Jangan biarkan puasa kita tahun ini menjadi puasa yang "zonk" atau kosong tanpa pahala. Mari kita jadikan puasa ini sebagai perisai yang sesungguhnya. Jaga mata, jaga lisan, jaga telinga, dan jaga hati. Karena hakikat puasa adalah menjadi pribadi yang bertaqwa, bukan sekadar menjadi pribadi yang pandai menahan haus.
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ صِيَامَنَا صِيَامَ الصَّائِمِيْنَ وَقِيَامَنَا قِيَامَ الْقَائِمِيْنَ، وَنَبِّهْنَا عَنْ نَوْمَةِ الْغَافِلِيْنَ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
"Ya Allah, jadikanlah puasa kami sebagai puasanya orang-orang yang benar-benar berpuasa, dan shalat kami sebagai shalatnya orang yang benar-benar mendirikan shalat. Bangunkanlah kami dari tidurnya orang-orang yang lalai. Ya Tuhan kami, terimalah amal kami. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."


0Comments