BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Iman yang Tumbuh di Tengah Ujian

Iman yang Tumbuh di Tengah Ujian

Ada iman yang tidak tumbuh di atas kenyamanan, tetapi justru menguat di atas ketidakteraturan hidup. Saat rencana gagal, arah berubah, dan harapan ter
Table of contents
×

Hikmah dari setiap ujian kehidupan sering kali menjadi titik kesadaran bahwa tak satu pun langkah kita benar-benar ditempuh sendirian. Saat rencana runtuh dan harapan tidak berjalan sesuai bayangan, di situlah kita mulai menyadari: ada Allah yang selalu menyertai, bahkan ketika dunia terasa menjauh.

“Pada masa saat kita diuji, doa tak lagi lantang, tapi jujur.”

Ujian mengajarkan kita untuk tidak lagi memamerkan kekuatan, melainkan mengakui kelemahan. Doa tidak selalu panjang, namun keluar dari hati yang paling dalam. Di saat itulah doa menjadi paling bermakna, karena ia lahir dari kejujuran dan kebutuhan yang nyata.

Allah ﷻ berfirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku."
(QS. Al-Baqarah: 186)


Sabar yang Hidup, Bukan Sekadar Teori

Dalam kondisi lapang, sabar sering hanya menjadi wacana. Namun ketika ujian datang, sabar berhenti menjadi teori dan berubah menjadi sikap hidup. Sabar bukan tentang diam tanpa rasa, melainkan bertahan tanpa putus asa, sambil tetap percaya pada ketetapan Allah.

Allah ﷻ mengingatkan:

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

"Dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar."
(QS. Al-Baqarah: 155)


Tawakal: Sandaran Terakhir yang Paling Kuat

Ketika semua cara telah ditempuh dan tak ada lagi yang bisa diandalkan, tawakal hadir bukan lagi sebagai pilihan, tetapi sebagai satu-satunya sandaran. Tawakal bukan pasrah tanpa usaha, melainkan menyerahkan hasil kepada Allah setelah melakukan yang terbaik.

Allah ﷻ berfirman:

وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥ

"Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya."
(QS. At-Talaq: 3)


Iman Tumbuh Saat Hidup Tak Sesuai Rencana

Ada iman yang tidak tumbuh di atas kenyamanan, tetapi justru menguat di atas ketidakteraturan hidup. Saat rencana gagal, arah berubah, dan harapan tertunda, iman belajar berdiri sendiri—lebih dewasa, lebih tenang, dan lebih yakin.

Karena sejatinya, ujian bukan pertanda Allah menjauh, melainkan cara Allah mendekatkan hamba-Nya. Di sanalah iman menemukan akarnya yang paling kuat: bukan pada apa yang kita miliki, tetapi pada siapa yang kita sandari.

0Comments