BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
khutbah jumat Makna Kemenangan 1 Syawwal: Kembali kepada Fitrah dan Kesucian Diri

khutbah jumat Makna Kemenangan 1 Syawwal: Kembali kepada Fitrah dan Kesucian Diri

Hari raya Idul Fitri atau 1 Syawwal sering disebut sebagai hari kemenangan. Namun, kemenangan yang dimaksud dalam Islam bukanlah kemenangan hawa nafsu
Table of contents
×

 

khutbah jumat Makna Kemenangan 1 Syawwal

KHUTBAH 1

إِنَّ الحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِيْرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهَ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لاَ نَبِيَ وَلَا رَسُولَ بَعْدَهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّي عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينْ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسِانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ

قَالَ تَعَالَى فِي القُرْآنِ الكَرِيمِ :﴿ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ ١٠٢ ﴾ ( اٰل عمران/3: 102)

﴿ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا ١ ﴾ ( النساۤء/4: 1)

﴿ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ ٧٠ يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا ٧١ ﴾ ( الاحزاب/33: 70-71)

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ. أَمَّا بَعْدُ

Segala puji bagi Allah Subḥānahū wa Ta‘ālā, Tuhan semesta alam, yang telah melimpahkan kepada kita nikmat iman dan Islam, serta memberi kekuatan dan kesempatan untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadhan hingga akhirnya kita dipertemukan dengan hari kemenangan, yaitu 1 Syawwal. Segala nikmat tersebut patut kita syukuri dengan meningkatkan ketaatan dan memperbaiki kualitas hidup kita sebagai hamba Allah.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi besar Muḥammad ﷺ, suri teladan dalam seluruh aspek kehidupan, yang telah membimbing umatnya dari kegelapan menuju cahaya iman, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.

Hadirin Jumat rahimakumullāh,

Marilah kita senantiasa meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Subḥānahū wa Ta‘ālā dengan sebenar-benarnya takwa, yaitu menjalankan perintah-Nya secara sungguh-sungguh dan menjauhi larangan-Nya dengan penuh kesadaran. Takwa inilah yang menjadi bekal terbaik dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Hari raya Idul Fitri atau 1 Syawwal sering disebut sebagai hari kemenangan. Namun, kemenangan yang dimaksud dalam Islam bukanlah kemenangan hawa nafsu, bukan pula sekadar kegembiraan lahiriah, melainkan kemenangan spiritual, kemenangan atas hawa nafsu, dan keberhasilan dalam menjalani proses penyucian diri selama bulan Ramadhan.

Allah Subḥānahū wa Ta‘ālā berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّىٰ

وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّىٰ

(QS. الأعلى: 14–15)

Artinya:

“Sungguh beruntung orang yang membersihkan dirinya, dan dia mengingat nama Tuhannya lalu dia shalat.”

Ayat ini menegaskan bahwa keberuntungan dan kemenangan sejati diperoleh oleh orang yang berhasil menyucikan diri, baik lahir maupun batin. Ramadhan adalah madrasah tazkiyatun nafs, sekolah penyucian jiwa, dan Idul Fitri adalah momen kelulusannya.

Makna Kembali kepada Fitrah

Rasulullah ﷺ bersabda:

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ

(رواه البخاري ومسلم)

Artinya:

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah.”

Fitrah berarti suci, bersih dari dosa, dan lurus dalam tauhid. Kemenangan 1 Syawwal bermakna kembali kepada fitrah, yaitu kembali kepada hati yang bersih, niat yang lurus, dan komitmen ketaatan kepada Allah setelah sebulan penuh ditempa oleh ibadah puasa.

Namun, kembali kepada fitrah tidak cukup dirayakan dengan pakaian baru dan hidangan melimpah, melainkan harus diwujudkan dalam perubahan sikap dan perilaku. Puasa yang benar akan melahirkan pribadi yang lebih jujur, lebih sabar, lebih peduli, dan lebih taat kepada Allah.

Allah Subḥānahū wa Ta‘ālā berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ

(QS. الحشر: 18)

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).”

Ayat ini mengingatkan bahwa kemenangan sejati harus berlanjut dalam bentuk istiqamah, bukan berhenti ketika Ramadhan telah berlalu.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Kesucian diri yang dihasilkan dari Ramadhan mencakup beberapa aspek penting:

  1. Kesucian hati, terbebas dari dengki, iri, dan kebencian.
  2. Kesucian lisan, terjaga dari dusta, ghibah, dan ucapan yang menyakiti.
  3. Kesucian perilaku, tercermin dalam akhlak yang santun dan kepedulian sosial.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

(متفق عليه)

Artinya:

“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Ampunan dosa inilah yang menjadikan seorang mukmin kembali bersih dan suci, seperti bayi yang baru dilahirkan, selama ia mampu menjaga dan mempertahankan nilai-nilai Ramadhan dalam kehidupan setelahnya.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ,

وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ,

وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ


KHUTBAH KEDUA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ؛

Hadirin Jumat rahimakumullāh,

Sebagai kesimpulan, makna kemenangan 1 Syawwal bukanlah sekadar berakhirnya puasa, tetapi keberhasilan seorang hamba dalam mengalahkan hawa nafsu, membersihkan jiwa, dan kembali kepada fitrah serta kesucian diri.

Idul Fitri adalah titik awal, bukan titik akhir. Jika setelah Ramadhan shalat kita lebih terjaga, akhlak kita lebih baik, dan kepedulian sosial kita semakin kuat, maka itulah tanda kemenangan yang sesungguhnya. Namun, jika setelah Ramadhan kita kembali pada kebiasaan lama yang buruk, maka Ramadhan belum memberi bekas yang mendalam.

Allah Subḥānahū wa Ta‘ālā berfirman:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

(QS. الحجرات: 13)

Artinya:

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”

Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang benar-benar meraih kemenangan di hari 1 Syawwal, kemenangan iman, kemenangan akhlak, dan kemenangan dalam menjaga kesucian diri hingga akhir hayat.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَ يُكَافِىءُ مَزِيْدَهُ

يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكِرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُون

فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُون

أَقِيمُوا الصَّلَاة


0Comments