Spirit Ramadhan yang Harus Dipertahankan Setelah Idul Fitri
Hadirin jamaah Idul Fitri yang dimuliakan Allah, Ribuan pujian dan syukur kita haturkan ke hadirat Allah ﷻ yang telah memberikan kita kesempatan menjalani ibadah Ramadhan dengan penuh rahmat, serta mengantarkan kita pada hari penuh keceriaan, Idul Fitri 1447 H. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan umat beliau hingga akhir zaman.
Hadirin yang berbahagia. Hari ini adalah hari yang penuh kebahagiaan, karena kita berhasil menuntaskan sekian ibadah selama bulan suci Ramadhan, siangnya kita shiyam, malamnya kita qiyam, sebagaimana dijanjikan Rasulullah SAW, Insya Allah dosa-dosa kita telah terampuni. Insya Allah kita termasuk golongan yang beruntung dan termasuk yang dimaksud dalam dua ayat ini. Allah ﷻ berfirman:
“Sungguh beruntung orang yang membersihkan diri (dengan berpuasa dan zakat fitri), dan dia mengingat nama Tuhannya lalu shalat (Id).” (QS. Al-A‘la: 14–15)
Sebagian ahli tafsir menafsirkan dua ayat dia atas dengan orang yang membayar zakat fitri kemudian mengingat Allah disambung dnegan salat ‘Id itulah yang dinyatakan sebagai orang yang telah beruntung. Demikian yang dipahami sahabat Ibnu Umar dan Ibnu Mas’ud sebagaimana dijelaskan dalam tafsir al-Baghawi.
Bulan Ramadhan dengan sejumlah kegiatan di dalamnya telah melatih kita menahan hawa nafsu, memperbanyak ibadah, dan menumbuhkan kepedulian sosial. Namun, tantangan setelahnya adalah bagaimana kita mempertahankan spirit Ramadhan setelah bulan suci berlalu. Banyak di anatara kita begitu lepas Ramadhan menampakkan tanda-tanda penurunan drastic. Semnagat ibadahnya turun, jarang ke masjid, dan kurang peduli sesame serta nafsunya Kembali diperturutkan.
Maka melalui mimbar ini kami mengajak dan mengingatkan untuk tetap berusaha minimal mempertahankan kebiasan positif di bulan Ramadhan tetap bertahan, seandainya turun janganlah sampai turun drastis.
Di antara Spirit Ramadhan yang Harus kita jaga dan dipertahankan Adalah :
Pertama, Spirit Taqwa
Allah ﷻ yang menjadi tujuan puasa sebagaimana kita temukan dalam penghujung ayat perintah puasa:
“…agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Tattaqun mnegambil bentuk fi’il mudhari’ tersirat pesan bahwa menuju taqwa itu terus berproses, tidak mandeg dan berkelanjutan. Taqwa bukan hanya di Ramadhan, tetapi sepanjang tahun bahkan sepanjang hidup kita.
Kedua, Menjaga Ibadah Sunnah
Amal yang baik hendaknya dirutinkan walau hanya sedikit. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Maka dari itu, jangan berhenti untuk tetap rutin membaca Al-Qur’an dan mengakkan shalat sunnah setelah Ramadhan baik qiyam lail maupun salat witir dan lain-lain.
Ketiga, Spirit Kepedulian Sosial
Orang mukmin harus peduli nasib orang-orang di sekitar. Nabi ﷺ bersabda:
Bukanlah seorang mukmin yang bermalam dalam keadaan kenyang, sedangkan tetangganya lapar. (HR Bazzar)
Spirit Ramadhan harus melahirkan kepedulian sosial sepanjang tahun, bukan hanya sesaat di bulan Ramadhan saja.
Keempat, Menjaga Lisan dan Akhlak
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari)
Selanjutnya, spirit puasa juga hendaknya kita sambung dengan segera melaksanakan puasa 6 hari di bulan Syawal.
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim)
Hadirin jamaah Idul Fitri yang dimuliakan Allah, mari kita jadikan Idul Fitri sebagai titik awal untuk mempertahankan spirit Ramadhan sepanjang tahun.
Semoga Allah ﷻ menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita hamba yang istiqamah.


0Comments