BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Kultum Nuzulul Qur’an dan Kewajiban Taat kepada Allah, Rasul, dan Ulil Amri

Kultum Nuzulul Qur’an dan Kewajiban Taat kepada Allah, Rasul, dan Ulil Amri

Kamis malam, 5 Maret 2026, jamaah Masjid Taqwa Cepu kembali mengikuti kajian kultum ba’da sholat Tarawih yang disampaikan oleh Ust. Drs. H. Najamansah
Table of contents
×

Kajian Kultum Ba’da Tarawih Masjid Taqwa Cepu – Kamis, 5 Maret 2026

Kamis malam, 5 Maret 2026, jamaah Masjid Taqwa Cepu kembali mengikuti kajian kultum ba’da sholat Tarawih yang disampaikan oleh Ust. Drs. H. Najamansah. Dalam tausiyahnya beliau mengajak jamaah untuk memahami makna turunnya Al-Qur’an (Nuzulul Qur’an) serta pentingnya menaati Allah, Rasul, dan pemimpin.

Kultum diawali dengan ajakan untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat iman, Islam, serta kesempatan untuk menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan. Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia.

Nuzulul Qur’an dalam Perspektif Ulama

Di Indonesia, secara umum Nuzulul Qur’an diperingati pada tanggal 17 Ramadhan. Hal ini sering dikaitkan dengan peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira.

Namun, menurut sebagian ulama, terdapat pendapat yang lebih kuat bahwa turunnya Al-Qur’an memiliki beberapa tahapan. Salah satunya berkaitan dengan malam Lailatul Qadar yang terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, khususnya pada malam-malam ganjil seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadhan.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Artinya:
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan."
(QS. Al-Qadr: 1–3)

Maksud ayat:
Ayat ini menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam Lailatul Qadar yang penuh kemuliaan. Malam ini memiliki keutamaan luar biasa karena amal ibadah pada malam tersebut lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Sebagian ulama juga mengaitkan kemungkinan malam ke-27 Ramadhan sebagai malam yang sangat kuat indikasinya sebagai Lailatul Qadar, meskipun Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk mencarinya di seluruh malam ganjil pada sepuluh hari terakhir.

Al-Qur’an sebagai Petunjuk Kehidupan

Ust. Najamansah juga menegaskan bahwa turunnya Al-Qur’an bukan sekadar untuk diperingati, tetapi yang terpenting adalah bagaimana umat Islam menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Allah SWT berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

Artinya:
"Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang batil."
(QS. Al-Baqarah: 185)

Maksud ayat:
Al-Qur’an diturunkan sebagai pedoman hidup bagi manusia, memberikan petunjuk tentang kebenaran serta membedakan antara yang haq dan yang batil.

Kewajiban Taat kepada Allah, Rasul, dan Ulil Amri

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengingatkan bahwa seorang muslim diperintahkan untuk menaati Allah, Rasul-Nya, serta pemimpin (ulil amri) selama tidak bertentangan dengan syariat Islam.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

Artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), serta ulil amri di antara kamu."
(QS. An-Nisa: 59)

Maksud ayat:
Ayat ini mengajarkan bahwa ketaatan kepada Allah dan Rasul merupakan kewajiban utama. Selain itu, umat Islam juga diperintahkan untuk menaati pemimpin yang sah selama perintahnya tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Ketaatan ini penting untuk menjaga ketertiban, persatuan, dan kemaslahatan masyarakat.

Penutup

Melalui kultum ini, Ust. Najamansah mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum semakin dekat dengan Al-Qur’an, baik dengan membaca, memahami, maupun mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, umat Islam juga diingatkan untuk menjaga persatuan dengan menaati Allah, Rasul, dan para pemimpin yang memerintahkan kepada kebaikan. Dengan demikian, diharapkan Ramadhan dapat menjadi sarana meningkatkan ketakwaan dan memperbaiki kualitas kehidupan umat.

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang mencintai Al-Qur’an, mengamalkannya, serta mendapatkan keberkahan dari malam-malam mulia di bulan Ramadhan. Aamiin.

0Comments