Refleksi Kultum Bakda Shalat Subuh di Masjid Taqwa Cepu
Rabu pagi, 25 Februari 2026, suasana Masjid Taqwa Cepu terasa sejuk dan penuh keberkahan. Usai pelaksanaan shalat Subuh berjamaah, jamaah mendapatkan tausiyah dari Ustadz. Muhammad Al Amin, S.Kom., M.Pd. yang mengajak untuk terus menjaga semangat ibadah di bulan suci Ramadhan.
Mensyukuri Nikmat dan Memaksimalkan Ramadhan
Dalam pembukaannya, beliau mengingatkan pentingnya mensyukuri nikmat kesehatan dan kesempatan yang masih Allah berikan. Dengan rasa syukur, diharapkan nikmat tersebut akan terus ditambah oleh Allah ﷻ.
Allah berfirman:
لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.”
(QS. Ibrahim: 7)
Ramadhan adalah nikmat besar yang tidak semua orang dapatkan. Oleh karena itu, setiap muslim harus menjalani bulan ini dengan penuh semangat, bukan dengan rasa malas atau sekadar rutinitas.
Berlomba dalam Kebaikan dan Introspeksi Diri
Beliau juga mengajak jamaah untuk melakukan evaluasi diri: apakah ibadah Ramadhan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya?
Allah ﷻ berfirman:
فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ
“Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan.”
(QS. Al-Baqarah: 148)
Ramadhan dikenal sebagai Syahrul Qur’an (bulan Al-Qur’an), sehingga sudah sepatutnya setiap muslim meningkatkan interaksi dengan Al-Qur’an, baik dengan membaca, memahami, maupun mengamalkannya.
Puasa sebagai Latihan Mengendalikan Diri
Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih pengendalian diri, termasuk dalam menjaga pola makan dan hawa nafsu. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ
“Tidak ada wadah yang diisi oleh manusia yang lebih buruk daripada perutnya.”
(HR. Tirmidzi)
Dengan berpuasa, tubuh diberi jeda untuk beristirahat, sekaligus melatih empati terhadap sesama yang kekurangan.
Keikhlasan dalam Beramal
Salah satu pesan utama dalam kultum ini adalah pentingnya menjaga keikhlasan. Puasa adalah ibadah yang sangat istimewa karena hanya Allah yang mengetahui hakikatnya.
Dalam hadis qudsi disebutkan:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
“Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Di era digital saat ini, beliau juga mengingatkan agar berhati-hati dari riya, seperti memamerkan ibadah di media sosial. Amal yang seharusnya bernilai tinggi bisa berkurang nilainya jika tidak dilandasi keikhlasan.
Kesadaran bahwa Allah Maha Mengawasi
Setiap perbuatan dan ucapan manusia tidak lepas dari pengawasan Allah ﷻ. Bahkan malaikat senantiasa mencatat setiap amal manusia.
Allah berfirman:
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
“Tidak ada satu kata pun yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).”
(QS. Qaf: 18)
Kesadaran ini hendaknya mendorong setiap muslim untuk lebih berhati-hati dalam berkata dan berbuat, serta memperbanyak amal kebaikan.
Penutup
Melalui kultum ini, jamaah diingatkan bahwa Ramadhan adalah madrasah kehidupan yang mengajarkan keikhlasan, pengendalian diri, serta semangat berlomba dalam kebaikan.
Semoga kita mampu memanfaatkan sisa Ramadhan dengan sebaik-baiknya, meningkatkan kualitas ibadah, serta menjaga keikhlasan dalam setiap amal. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

0Comments