BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Amalan Sunnah Setelah Jenazah Dikuburkan: Antara Doa, Takziah, dan Tinjauan Tahlilan

Amalan Sunnah Setelah Jenazah Dikuburkan: Antara Doa, Takziah, dan Tinjauan Tahlilan

Apa saja amalan yang sesuai sunnah setelah pemakaman? Simak penjelasan mengenai doa di kubur, adab takziah, serta tinjauan hukum tahlilan menurut hadi
Table of contents
×
Amalan Sunnah Setelah Jenazah Dikuburkan
Setelah jenazah dikuburkan, umat Islam dianjurkan melakukan beberapa amalan sebagai wujud penghormatan terakhir sekaligus doa bagi yang telah berpulang.

1. Mendoakan Jenazah di Pemakaman

Setelah selesai memakamkan, Nabi Muhammad Saw meminta para sahabat untuk berhenti sejenak dan mendoakan keteguhan hati sang jenazah. Sebagaimana diriwayatkan oleh 'Usman bin Affan r.a:

عَنْ عُثْمَانَ رضي الله عنه قَالَ: كَانَ رَسُولُ اَللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا فَرَغَ مِنْ دَفْنِ الْمَيِّتِ وَقَفَ عَلَيْهِ وَقَالَ: اِسْتَغْفِرُوا لِأَخِيكُمْ وَسَلُوا لَهُ التَّثْبِيتَ, فَإِنَّهُ الْآنَ يُسْأَلُ “Mohonkanlah ampun dan keteguhan hati bagi saudaramu ini karena ia sekarang sedang ditanya.” [HR. Abu Dawud]

2. Takziah: Menghibur Keluarga

Takziah bertujuan untuk menghibur dan menenangkan keluarga yang berduka. Kata “takziah” berasal dari kata “'azza” yang berarti sabar. Tujuannya adalah membantu menguatkan kesabaran mereka.

Takziah tidak terbatas pada tiga hari saja. Nabi Saw pernah menjenguk keluarga Ja’far setelah tiga hari berlalu, memberikan kelonggaran waktu bagi umat untuk memberikan dukungan moral.

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ جَعْفَرٍ أَنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم أَمْهَلَ آلَ جَعْفَرٍ ثَلاَثًا أَنْ يَأْتِيَهُمْ ثُمَّ أَتَاهُمْ... “...Nabi saw menunda untuk menjenguk keluarga Ja’far setelah tiga hari...” [HR. Ahmad]

Tinjauan Amalan Tahlilan dan Yasinan

Berbeda dengan doa dan takziah, praktik tahlilan pada malam-malam tertentu (hari ke-1, ke-7, dst) sering menjadi perdebatan. Dalam Tanya Jawab Agama jilid 2, dijelaskan bahwa tidak ada dalil khusus yang mendasari ritual berjangka waktu tersebut.

Peringatan Nabi Saw: “Siapa saja yang mengerjakan suatu perbuatan (agama) yang tidak ada perintahku untuk melakukannya, maka perbuatan itu tertolak.” Hal ini menekankan pentingnya dasar hukum yang jelas dalam beribadah.

Menghindari Budaya Niyahah (Meratapi)

Praktik yang memberatkan keluarga, seperti kewajiban menyediakan makanan bagi tamu saat berduka, perlu diwaspadai agar tidak jatuh ke dalam kategori niyahah atau meratapi jenazah ala tradisi jahiliyah.

عَنْ أَبِي مَالِكٍ الأَشْعَرِي أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَرْبَعٌ فِى أُمَّتِى مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ... وَالنِّيَاحَةُ “Empat hal yang terdapat pada umatku yang termasuk perbuatan jahiliyah... (salah satunya) meratapi mayit (niyahah).” [HR. Muslim]

Sebagai penutup, umat Islam hendaknya berpegang teguh pada sunnah yang jelas seperti berdoa dan takziah, sebagai bentuk ketaatan dan kasih sayang yang tulus kepada sesama Muslim.

0Comments